Sidang Kasus Sabu 53,3 Kg, Ika Histeris Takut Suaminya Divonis Mati Majelis Hakim PN Medan

"Saya gak berani lihat abang (Junaidi). Di sini saja. Anak-anak ada lima yang masih sekolah, setelah ini saya gak tahu mau seperti apa,"ujarnya

Sidang Kasus Sabu 53,3 Kg, Ika Histeris Takut Suaminya Divonis Mati Majelis Hakim PN Medan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Junaidi Siagian dan Elpi Darius meninggalkan ruangan seusai menjalani sidang kasus kepemilikan narkoba dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (24/4/2019). Kedua terdakwa merupakan sindikat narkoba jaringan internasional yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan barang bukti sabu seberat 53 kilogram. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana histeris menyelimuti Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan. Pasalnya, Selasa (11/6/2019) Majelis Hakim yang dipimpin Gosen Butarbutar menyidangkan dua terdakwa kurir sabu 53,3 Kilogram, atas nama Elpi Darius dan Junaidi Siagian, yang sebelumnya dituntut pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina.

Istri keduanya mencemaskan sang suami menjelang pembacaan putusan. Bahkan Istri Junaidi, Ika tak berani menyaksikan sang suami diadili dalam kasus peredaran narkotika jaringan Malaysia ini. Ika memilih duduk di tangga, sembari menutup wajahnya dengan untaian hijab yang ia kenakan.

"Saya gak berani lihat abang (Junaidi). Di sini saja. Anak-anak ada lima yang masih sekolah, setelah ini saya gak tahu mau seperti apa,"ujarnya dengan wajah yang memerah.

Sementara Junaidi yang duduk di ruang sidang tampak tersenyum sembari menatap ubin-ubin lantai. Matanya kosong, menisyaratkan pasrahnya terhadap putusan hakim. Adapun Elpi terlihat terduduk kaku menanti panggilan hakim.

Jalannya sidang, Majelis Hakim pun langsung membacakan pertimbangan hukum terhadap keduanya. Ketiga hakim menyatakan perbuatan Junaidi dan Elpi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik.

"Dari 53,3 Kilogram sabu yang rencananya diedarkan dapat merusak 212.000 generasi bangsa. Perbuatan keduanya bersalah melawan program pemberantasan narkotika yang digagas pemerintah, oleh karena itu wajiblah dihukum sesuai perbuatannya,"cetus Gosen.

"Mempertimbangkan tidak ada hal yang dapat meringankan perbuatan kedua terdakwa. Mengadili Junaidi dengan pidana mati,"tegas Gosen, yang mana sontak keluarga mengucapkan astaghfirullah.

Sementara, nasib sedikit berutung diterima Elpi, Majelis menghukumnya dengan pidana penjara selama seumur hidup. Dengan vonis berat tersebut, keduanya pun langsung menyikapinya dengan emosi. Elpi lantas menendang kursi sementara Junaidi sontak mengecam JPU Rahmi Shafrina.

"Tengok kau ya Jaksa, Ku habisi kau kalau keluar. Ku kutuk kau jaksa,"Ujar Junaidi mendelikkan matanya.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Rahmi Shafrina, kedua terdakwa dinilai bersalah melakukan tidak pidana narkotika. Terdakwa Elpi Darius bersama dengan Junaidi Siagian alias Edi, pada awalnya di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor Kota Medan, melakukan pemufakatan jahat menjadi perantara narkotika jenis sabu yang beratnya mencapai 53.386 gram.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved