Terpapar Abu Vulkanik, Petani Khawatir Kualitas dan Harga Tanaman akan Turun

Para petani yang lahan pertaniannya terkena dampak abu vulkanik tentunya sangat resah.

Terpapar Abu Vulkanik, Petani Khawatir Kualitas dan Harga Tanaman akan Turun
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Petani dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpangempat Renita bru Karo, mengaku khawatir tanamannya akan gagal panen akibat terpapar abu vulkanik dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Rabu (7/5/2019) kemarin 

"Kalau sekarang katanya lagi naik harga kol, sampe empat ribu rupiah satu batang ini. Tapi kalau sudah kena abu gini ya ngaruh sama harganya, kadangpun enggak laku. Kadang mau dia 500 rupiah perkilo, kalau gitu enggak usah lagi kita jual," ungkapnya.

Petani lainnya di Desa Sukandebi Usahanta Sitepu, mengaku dengan tebalnya abu yang menutupi tanaman akan berdampak kepada gagal panen. Untuk itu, petani kentang ini sejak kemarin berupaya membersihkan tanamannya dengan cara mengibaskan daun-daun yang tertutup abu vulkanik.

"Makanya kita tetap berusaha ngibas-ngibas daunnya, tapi kita juga berharap cepat datang hujan biar hilang abunya," katanya.

Selain kentang, dirinya juga menanam tanaman cabai dan tomat. Jika kondisi seperti ini dibiarkan terlalu lama, dirinya mengatakan akan mendatangkan kerugian.

"tomat kita sudah tanam modal 19 juta, kentang 3 juta, kol bunga 6 juta, kalau kerugian nanti bisa sampai puluhan juta lah," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved