Ustaz Lancip Mangkir setelah Sebut 60 Orang Tewas dan Ratusan Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei

Ustaz Lancip menyebut Brimob mendatangi markas di Petamburan untuk menembaki orang-orang yang sedang tidur.

Ustaz Lancip Mangkir setelah Sebut 60 Orang Tewas dan Ratusan Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei
facebook
Ustaz Lancip Mangkir setelah Sebut 60 Orang Tewas dan Ratusan Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei. Ustaz Lancip 

Ustaz Lancip Mangkir setelah Sebut 60 Orang Tewas dan Ratusan Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei 

TRIBUN-MEDAN.COM - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengagendakan pemanggilan ulang Ahmad Rifky Umar atau akrab dipanggil Ustaz Lancip sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong pada Senin (17/6/2019) pekan depan.

Sedianya, ia dipanggil penyidik untuk dimintai klarifikasi pada Senin (10/6/2019) kemarin.

"(Pemanggilan untuk klarifikasi) ditunda tanggal 17 Juni," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Ustaz Lancip berhalangan hadir pada pemanggilan pertama dengan alasan memiliki jadwal kegiatan lain.

"(Penundaan pemanggilan) karena yang bersangkutan ada giat (acara lain)," ujar Argo.

Undangan pemanggilan Ustaz Lancip teregister dalam nomor B/VI/RES.2.5/2019/Dit.Reskrimsus Ustaz Lancip akan dimintai klarifikasi terkait ceramahnya di Depok, Jawa Barat pada 7 Juni lalu yang menyebutkan adanya 60 korban tewas dan ratusan orang hilang pada kerusuhan 21-22 Mei.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Dalam ceramahnya, Ustaz Lancip mengaku menjadi saksi mata kerusuhan 21-22 Mei di Tanah Abang, Jakarta.

Ustaz Lancip menyebut Brimob mendatangi markas di Petamburan untuk menembaki orang-orang yang sedang tidur.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved