Festival of Light Medan Tawarkan Pengalaman Langka bagi Penggemar Swafoto

Animo masyarakat Kota Medan menghadiri festival lampu ini cukup antusias. Bahkan perharinya, kunjungan warga bisa mencapai 500 orang

Festival of Light Medan Tawarkan Pengalaman Langka bagi Penggemar Swafoto
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Berbagai spot menarik ditawarkan di Festival of Light Medan yang berlangsung di Lapangan Gajah Mada Jalan Gunung Krakatau, Medan. Berbagai ornamen lampu LED bahkan Air Mancur menari ditawarkan dalam objek wisata ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berswafoto dengan ribuan lampu led warna-warni tentunya merupakan hal yang langka bagi warga Kota Medan. Ya, kesempatan itu kali ini didatangkan oleh EO Taman Pelangi sebagai hiburan pilihan bagi keluarga dan kawula muda di pertengahan tahun 2019.

Mengusung tema Festival of Light Medan, sejumlah spot-spot berswafoto menarik menjadi idaman warga yang berkunjung. Berbagai spot menarik seperti hutan yang ditumbuhi pohon-pohon, rumput-rumput, bunga-bunga, replika komodo, gapura Jepang, dan sebagainya layak diabadikan.

Maya Wulandari, salahsatu anggota tim promosi Festival of Light Medan mengatakan ini kali pertama mereka bisa menghibur warga, yang dikenal dengan Bika Ambon dan duriannya itu.

"Di Sumatera, pertama kami di Palembang, terus Jambi, Pekanbaru terus menyusuri peta hingga ke Medan. Di Kota Medan ini kali pertama kita datang memberikan hiburan dengan konsep seperti ini," ujar gadis berparas ayu ini.

Dijelaskannya, animo masyarakat Kota Medan menghadiri festival lampu ini cukup antusias. Bahkan perharinya, kunjungan warga bisa mencapai 500 orang, yang kerap membludak setiap malamnya.

"Jadi di Medan ini kita gak lama, cuman 46 hari mulai tanggal 29 Mei 2019-14 Juli 2019.

Di Festival of Light Medan ini, ada sebuah spot utama yang langka sekali bisa dinikmati. Ialah Waterscreen, yakni air terjun menari. Air terjun ini akan menari setiap jamnya dengan alunan lagi dan video klip romantis yang disajikan Taman Pelangi. Satu diantara yang ditunggu-tunggu adalah klip Titanic yang menampilkan adegan Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet.

"Kita ada 15 lagu dan beberapa videoklip yang nantinya kita mainkan dengan tarian air mancur," papar gadis asal Jakarta ini kepada Tribun Medan, Rabu (12/6/2019) malam.

Beberapa warga pun merespon baik event seperti ini, satu diantaranya adalah Ferry, warga Kecamatan Medan Marelan yang datang bersama istri dan kedua anaknya. Ia berujar festival lampu ini ia ketahui dari media sosial.

Bagi Ferry, event sementara dengan konsep lampu-lampu ini disenangi kedua buah hatinya.

"Unik ya, kayak gini. Belum pernah ada di Medan, apalagi spot spot fotonya banyak. Kami sedang nunggu itu air mancur menari. Katanya itu kelasnya Internasional," ujar Ferry.

Sama halnya dengan Ferry, dua remaja asal Kisaran bernama Azizah dan Yolanda mengatakan Festival of Light Medan diselenggarakan tepat di waktu libur lebaran. Apalagi mereka berharap jika ke depan dilaksanakan bisa ditempatkan di lokasi yang lebih keren.

"Jadi kami libur sekolah, ke Medan tempat keluarga. Ada event ini, coba kemari kok keren ya. Bisa lah nambah nambah koleksi Instagram," ujar Azizah.

Bagi warga Medan yang pengin merasakan sensasi menyaksikan air mancur menari (Waterscreen) dengan kelas Internasional, gak ada salahnya datang ke Taman Gajah Mada, di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Pulo Brayan. Sehingga tidak perlu berwisata ke Hongkong, Singapura bahkan Dubai untuk mendapatkan suasana ribuan lampu led dan air mancur menari.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved