Ini Penjelasan Manajemen Medan Zoo terkait Harimau yang Terlihat Kurus

Berat normal Harimau Sumatera jantan 100 kg dan betina 60, sementara itu harimau benggala betina 100 kg dan jantan 125 kg.

Ini Penjelasan Manajemen Medan Zoo terkait Harimau yang Terlihat Kurus
Tribun Medan
Harimau di Medan Zoo tampak kurus, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Urusan Kesehatan Hewan dan Konservasi Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo) drH Sucitrawan menjawab anggapan yang menyatakan harimau di Medan Zoo terlihat kurus dan kurang gizi.

"Mudah-mudahan sampai sekarang aman semua sehat. Dibuktikan dengan kita berhasil mengembangbiakkan harimau sumatera. Kita satu diantara yang berhasil di Indonesia," terangnya.

Satu ciri hewan sejahtera adalah hewan itu mau kawin, katanya. Kalau kurang, untuk dirinya saja susah.

Semua hanya anggapan masyarakat karena belum paham berapa dan bagaimana ukuran normal atau tidak.

"Mereka lihat oh, kurus begitu. Kuruskan kelihatan, tulangnya, wajahnya seperti apa. Masyarakat belum teredukasi. Ini sudah standar. Kalau orang bilang ini obe (obesitas)," katanya.

Baca: Beredar Foto Harimau di Medan Zoo Kurus, Pengelola: Tidak Benar, Diberi Makan 4 Kg sampai 6 Kg. .

Ada standar minimalnya hewan sejahtera yaitu bebas dari rasa lapar, haus, takut, sakit dan bebas melakukan biologis di habitatnya.

"Tidak begitu (kurus). Memang karakteristik harimau sumatera seperti itu. Makannya cukup. Bahkan kebun binatang lain menganggapnya banyak," terangnya.

Di Medan Zoo terdapat dua jenis harimau yaitu harimau sumatera dan harimau benggala. Mereka punya harimau sumatera sekitar 11 ekor dan benggala ada 5.

Berat normal Harimau Sumatera jantan 100 kg dan betina 60, sementara itu harimau benggala betina 100 kg dan jantan 125 kg.

"Harimau kita akan satu hari dua kali pagi dan sore. Satu harimau sumatera diberi makan 4 kilo. Kalau benggala bisa sampi 6 kilo. Dipuasakan hari Kamis. Karena memang untuk memberi kesempatan pencernaan karena di hutan pun mereka tetap melakukan hal itu," jelas Sucitrawan.

Kombinasi makanan berupa ayam dan daging namun lebih banyak porsi ayam. Vitamin sifatnya isidental. Misalnya karena perubahan cuaca atau kondisi harimau. Sifatnya urgent kalau harimau agak lemas. Obat cacing yang rutin 3 bulan sampai 6 bulan sekali tergantung kondisi.

"Misalnya terlihat lemas ada perubahan cuaca ekstirim kita kasih vitamin. Kalau makan rutin lebih mewah daripada dokternya," tawanya.

Sucitrawan berharap ada dukungan dari pemerintah karena Medan Zoo ini sebagai ikon Kota Medan.

"Perlu diketahui kita tidak ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Semua murni dari kita. Ada penyertaan modal tetapi tidak rutin. Istilahnya swakelola," tuturnya.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved