JR Saragih Copot Lurah Victor Saragih karena Diduga Terlibat Pungli Parkir Kawasan Wisata Parapat

JR Saragih memberikan sanksi itu setelah mengetahui Victor terlibat melakukan pungutan liar (pungli) bersama dengan juru parkir liar

JR Saragih Copot Lurah Victor Saragih karena Diduga Terlibat Pungli Parkir Kawasan Wisata Parapat
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
JR Saragih Copot Lurah Victor Saragih karena Diduga Terlibat Pungli Parkir Kawasan Wisata Parapat. JR Saragih menortor bersama di acara puncak Obor Asian Games. 

JR Saragih Copot Lurah Victor Saragih karena Diduga Terlibat Pungli Parkir Kawasan Wisata Parapat

TRIBUN-MEDAN.com- Bupati Simalungun JR Saragih memberhentikan Victor Romana Saragih dari jabatan (non job) sebagai Lurah Tigaraja.

JR Saragih memberikan sanksi itu setelah mengetahui Victor terlibat melakukan pungutan liar (pungli) bersama dengan juru parkir liar di tiga kawasan pariwisata Danau Toba Parapat.

Kepala Dinas Informasi Komunikasi (Infokom) Pemerintah Kabupaten Edwin Simanjuntak mengungkapkan Victor telah mendapatkan pembinaan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Tadi bapak (JR Saragih) langsung instruksikan ditarik ke sekretariat BKD dan dibina,"ujarnya via seluler, Rabu (12/6/2019).

Edwin mengakui bahwa Victor telah melakukan kesalahan yang fatal sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 4 Ayat 2 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Kalau berbuat kesalahan kan harus dibina. Setiap PNS dilarang menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menggunakan wewenang orang lain," ungkapnya.

Baca: Prabowo Bicara Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Ini Seruannya ke Seluruh Pendukung 02

Baca: Parade Foto Olivia Culpo, Perempuan Paling Seksi 2019 versi Maxim

Baca: Pelatih PSMS Tak Sabar Menunggu Kedatangan Pemain Incaran: Tiket Mereka sedang Diurus

Baca: [HOAKS] Edy Rahmayadi Ingin Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat kerena Bubarkan Takbiran Warga

Seperti diketahui Unit Jatanras Polres Simalungun mengamankan 13 pelaku yang melakukan juru parkir liar di tiga kawasan wisata Danau Toba Parapat pada hari Minggu (9/6/) dan Senin (10/6/2019).

Pengunjung berlibur di Kawasan Pantai Bebas, Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sabtu (8/6/2019).
Pengunjung berlibur di Kawasan Pantai Bebas, Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sabtu (8/6/2019). (Tribun Medan/Tommy Simatupang)

Kanit Jatantas Polres Simalungun Iptu Hengky Siahaan mengungkapkan 13 pelaku diamankan di daerah Lapangan Parkir Open Stage Pagoda Parapat, Lapangan Parkir Pesanggarahan Bung Karno, dan Pantai bebas Parapat.

Baca: Ridwan Kamil Bersumpah Demi Ibunya Tak Ada Masukkan Simbul Zionis Illuminati dalam Masjid

Baca: Cemburu Lihat Pacarnya Ngobrol dengan Cowok Lain, Pria Ini Bunuh Kekasihnya dan Masukkan ke Kardus

Baca: Jadikan Warung Kopinya Tempat Transaksi Sabusabu, Jumadi Ditangkap Polisi dan Dapatkan Narkotika

Iptu Hengki menjelaskan pelaku bukan petugas Jukir resmi dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Pelaku melalukan pengutipan parkir kendaraan dengan harga yang tinggi. Untuk sepeda motor para pelaku mematok harga hingga Rp 10 ribu. Dan untuk roda empat dan enam hingga Rp 20 ribu.

"Kita amankan karena kutipannya terlalu tinggi. Gak pakai karcis. Memang pungutan liar. Ada yang Sepmor Rp 10 ribu mobil ada Rp 20 ribu. Itulah pengakuan mereka,"ujarnya.

Polisi mengamankan pelaku dari Pesranggahan Bung Karno bernama Fresly Norton Sitanggang (43), Pandi Suteju (36), Mozart Sinaga (46) dengan barang bukti uang Rp 402 ribu dan satu lembar Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungu.

Baca: Sudah Diberikan Uang Muka Rp 15 Juta Kiper Reza Mengundurkan Diri Usai Libur Lebaran

Baca: MANTAN KSAD Jenderal (Purn) George Toisutta Meninggal Dunia karena Kanker Usus

Baca: Jenderal (Purn) Gatot: Menyakitkan Kalau Ada Purnawirawan TNI Melakoni Makar. .

Kawasan wisata Lapangan Pagoda diamankan Victor Romana Saragih (31), Roginda Pahitan Sinaga (35), Pardamean (38), Sakkan Hutabarat (69) dengan barang bukti uang Rp 817 ribu, 19 lembar karcis parkir liar, dan satu lembar surat kesepakatan.

Kawasan wisata Pantai Bebas diamankan Etupus Manik, Tombang Rumahorbo, Lian Tampubolon, Agustino Turnip, Jutta Manurung, Windy Sidabutar dengan barang bukti Ep 1,7 juta.

Iptu Hengki Siahaan memastikan seluruh pelaku dalam pembinaan. Iptu Hengki mengimbau agar menjadi jera bagi pelaku.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved