Pascaerupsi Gunung Sinabung, Harga Kentang dan Tomat Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Pantauan di Pasar Petisah Medan. Harga komoditas kentang mengalami kenaikan harga hingga Rp 4 ribu per kilogram.

Pascaerupsi Gunung Sinabung, Harga Kentang dan Tomat Merangkak Naik, Ini Penyebabnya
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Pascaerupsi Gunung Sinabung, Harga Kentang dan Tomat Merangkak Naik, Ini Penyebabnya. Pedagang Pasar Petisah Medan. 

Pascaerupsi Gunung Sinabung, Harga Kentang dan Tomat Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

TRIBUN-MEDAN.com- Dampak dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (9/6/2019) kemarin di Kabupaten Karo, berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas kentang dan tomat di beberapa pasar tradisional di Kota Medan.

Pantauan di Pasar Petisah Medan. Harga komoditas kentang mengalami kenaikan harga hingga Rp 4 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga tomat juga mengalami kenaikan hingga Rp 3 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang tomat di Pasar Petisah Medan, Nur Cahaya mengatakan bahwa harga kentang di pasaran sebelumnya dijual Rp 8 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

"Sejak Senin kemarin harga kentang naik. Karena pengaruh erupsi Sinabung," kata Nur Cahaya, Rabu (12/6/2019).

Nur menambahkan bahwa dampak dari erupsi Sinabung menyebabkan beberapa petani kentang yang berada di Kabupaten Karo harus memanen kentang sebelum masa panen.

"Petani di Brastagi sudah panen kentang sebelum masa panennya. Karena sebagian tanaman tertutupi sama abu vulkanik Sinabung," ungkap Nur.

Baca: Selamat Datang Dokter dan Guru Asing di Indonesia, Pemerintah Beri Karpet Merah Revisi KEK

Baca: LPJ Pelaksanaan APBD TA 2018 Disetujui, Pemkab Deliserdang Dapatkan Predikat WTP

Baca: FOTO-FOTO Saling Memotong dan Mengebut, Dua Pengendara Sepeda Motor Tabrakan di Jalan S Parman Medan

Baca: Didorong Pansel Capim KPK Maju Lagi, Saut Situmorang Pastikan tak Ikut, Beber Fakta Mengejutkan!

Selain kentang, lanjut Nur bahwa abu vulkanik itu berdampak juga kepada tomat. Dimana harganya juga mengalami kenaikan.

Baca: Dua Rumah di Pegagan Hilir Dairi Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik

Baca: Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto Senang Perayaan Idul Fitri di Sumut Berjalan Lancar dan Aman

Baca: Almarhumah Istri Wakil Wali Kota Ambon Tinggalkan Wasiat Penting Pada Ajudan Suaminya

"Tomat naik dari harga sebelumnya Rp 9-10 ribu sekarang Rp 13 ribu per kilogram," jelas Nur.

Untuk diketahui, Gunung Api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali erupsi dengan mengeluarkan material abu vulkanik setinggi lebih kurang 7.000 meter di atas puncak pada Minggu (9/6/2019) sore.

Baca: Abu Vulkanik Sinabung Sebabkan Sesak Napas hingga Silikosis, Dr Zein Minta Warga Gunakan Masker

Baca: 33 Pegawai Lapas Narkotika Hinai Dicopot dan Jalani Assesment di Kemenkumham Sumut

Baca: Khatib Salat Idul Fitri Minta Maaf Gara-gara Ceramahnya, Ini Alasannya Hingga Jamaah Bubar

Akibat erupsi tersebut, abu vulkanik Gunung Sinabung menutupi sebagian ladang masyarakat di Kabupaten Karo.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved