Simpan Sabusabu 24 Kg di Belakang Rumah, Ayah dan Menantu Dituntut Seumur Hidup

Kurir Sabu asal Batubara bernama Masdar dituntut pidana seumur hidup bersama ayah mertuanya Abdul Rahman.

Simpan Sabusabu 24 Kg di Belakang Rumah, Ayah dan Menantu Dituntut Seumur Hidup
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
(Kiri-Kanan) Masdar, Fadhli dan Teuku Turhamun menyampaikan pembelaan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Saiddin Bagariang, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri Medan sedikit unik.

Pasalnya Kurir Sabu asal Batubara bernama Masdar dituntut pidana seumur hidup bersama ayah mertuanya Abdul Rahman.

Masdar yang kali ini diadili bersama dua rekannya Fadhli dan Teuku Turhamun hanya bisa pasrah menyampaikan nota pembelaannya.

Masdar yang membacakan nota pembelaannya sendiri mengatakan bahwa dirinya bukanlah otak pelaku atas peredaran sabu seberat 24 Kg. Ia berujar bahwa Atak (DPO) lah yang mengajak mertuanya (Abdul Rahman) mengedarkan barang haram tersebut.

"Mohon ampuni saya pak hakim, saya gak tahu kalau barang tersebut adalah narkoba. Saya hanya disuruh, kalau saya tahu, tentu tidak akan melakukannya. Saya juga tulang punggung keluarga. Saya belum pernah dihukum dan mohon dibebaskan dari tuntutan ini," cetus Masdar dengan wajah kemerahan.

Hal yang diungkapkan Masdar ternyata ditimpali oleh dua rekannya Fadhli dan Teuku Turhamun, melalui pengacaranya Desi SH. Keduanya meminta majelis hakim membebaskan segala tuduhan hukum yang menuntut mereka melakukan tindak pidana dalam Pasal Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berbagai permohonan yang disampaikan ketiga terdakwa tampaknya belum membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta bergeming. Dengan tegas ia menyampaikan kepada majelis hakim yang dipimpin Saiddin Bagariang untuk tetap pada tuntutannya.

Rosinta dalam mengadili perkara ini menyatakan perbuatan ketiga terdakwa bersama Abdul Rahman (berkas terpisah) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan  hukum Menawarkan Untuk Dijual, Menjual, Membeli, Menjadi Perantara Dalam Jual Beli, Menukar, Menyerahkan atau Menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman melebihi lima gram berupa narkotika jenis shabu seberat 24.000 gram.

"Memohon majelis hakim dalam perkara ini menghukum para terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup," tukas Rosinta sebelumnya.

Dalam dakwaannya, peredaran sabu ini bermula saat petugas kepolisian lebih dulu menangkap Masdar di rumahnya Dusun I Desa Perupuk Kec Limapuluh Kab Batubara pada Rabu (7/11/2018). Sabu tersebut dikemas dalam 24 bungkus kemasan Teh China bertuliskan Guanyinwang yang disimpan dalam tanah dibelakang rumahnya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved