Terdakwa Pembunuhan di PN Medan Divonis Rendah 16 Tahun Penjara, Keluarga Tuding Ada Kongkaling

Ketua Majelis Hakim menyebutkan hal yang memberatkan para terdakwa karena telah menghilangkan nyawa manusia dan meresahkan masyarakat.

Terdakwa Pembunuhan di PN Medan Divonis Rendah 16 Tahun Penjara, Keluarga Tuding Ada Kongkaling
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dua terdakwa pembunuhan disertai pencurian Edy Syahputra (55) dan Edi Sukiwan (38) terhadap korban Rajem divonis rendah dengan 16 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (12/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua terdakwa pembunuhan disertai pencurian Edy Syahputra (55) dan Edi Sukiwan (38) terhadap korban Rajem divonis rendah dengan 16 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (12/6/2019).

Kasus ini tampak aneh sejak sidang pertama, kasus ditangani oleh Hakim Ketua Jarihat Simarmata namun berubah menjadi Hakim Ketua Tengku Oyong.

Ketua Majelis Hakim menyebutkan hal yang memberatkan para terdakwa karena telah menghilangkan nyawa manusia dan meresahkan masyarakat.

"Dengan ini menyatakan kedua terdakawa Edy Syahputra dan Edi Sukiwan terbukti secara sah melakukan tindak pidana melanggar pidana Pasal 339 Jo pasal 55 ayat (1) ke -1  KUHPidana tentang pembunuhan disertai pencurian dengan pidana penjara selama 16 tahun," tutur Hakim.

"Hal yang memberatkan terdakwa karena para terdakwa meresahkan masyarakat dan telah menghilangkan jiwa. Hal yang meringankan karena terdakwa mengakui perbuatannya," tambah Hakim

Putusan ini jauh lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut 18 tahun penjara pada sidang sebelumnya.

Putusan ini jauh lebih rendah dari aturan yang diatur dalam Pasal 339 bahwa para terdakwa harus divonis penjara seumur hidup dan 20 tahun penjara. Dimana bunyi tersebut "Makar mati diikuti, disertai atau didahului dengan perbuatan yang dapat dihukum dan yang dilakukan dengan maksud untuk menyiapkan atau memudahkan perbuatan itu atau jika tertangkap tangan akan melindungi dirinya atau kawan-kawan dari pada hukuman atau akan mempertahankan barang yang didapatkannya dengan melawan hak, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Sontak, hal ini membuat kerabat sekaligus saksi dalam perkara ini Saun Rajin yang menunggu di dalam sidang terkejut.

Seusai sidang ia menyebutkan bahwa para hukum yang berjalan terhadap kerabatnya tersebut sudah tidak benar.

"Ini sudah tidak benar lagi, dari awal saya sudah curiga kenapa ini dituntut hanya 18 tahun penjara. Padahal mereka ini sudah membunuh dan mencuri barang-barang bibi kami. Dia dibunuh secara sadis dan barang-barangnya semua dicuri masa hanya divonis 16 tahun. Harusnya hukuman mati mereka ini" tegasnya sambil berteriak kepada hakim.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved