Tertibkan Pedagang Kali Lima di Pasar Kampung Lalang, Personel Sat Pol PP Medan Diancam Parang

Diungkapkan Rakhmat, bukan hanya di Kelambir V, di Jalan Gatotsubroto-Binjai juga akan ditertibkan. Petugas akan ada beberapa hari di sana

Tertibkan Pedagang Kali Lima di Pasar Kampung Lalang, Personel Sat Pol PP Medan Diancam Parang
Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
Tertibkan Pedagang Kali Lima di Pasar Kampung Lalang, Personel Sat Pol PP Medan Diancam Parang. Para pedaga kaki lima (PK5) di Pasar Kampung Lalang, Jalan Kelambir V, Rabu (12/6/2019). 

Tertibkan Pedagang Kali Lima di Pasar Kampung Lalang, Personel Sat Pol PP Medan Diancam Parang

TRIBUN-MEDAN.com - Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rakhmat A Harahap mengatakan sebanyak 200 Satpol PP dikerahkan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PK5) di Pasar Kampung Lalang, Jalan Kelambir V, Rabu (12/6/2019).

Dijumlahkan dengann petugas dari kecamatan dan Dinas Perhubungan, semuanya ada 400 orang.

"Bukan itu (pasar) saja. Terus di sepanjang Kelambir dan jalan-jalan kecil yang ada di seputaran karena itu ada PK5," jelasnya.

Diungkapkan Rakhmat, bukan hanya di Kelambir V, di Jalan Gatotsubroto-Binjai juga akan ditertibkan. Petugas akan ada beberapa hari di sana.

"Ya kalau hambatan ada. Masyarakat yang tidak terima sampai mengancam anggota dengan senjata tajam tetapi semuanya terkendali," jelasnya

Petugas juga dibantu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) karena ada bangunan beton di atas parit sehingga harus dirubuhkan.

Baca: PSMS Medan Jajal Gumarang FC untuk Matangkan Persiapan Tim Sebelum Liga Bergulir

Baca: Jemaah Sholat Id Bubar saat Khatib Bahas soal Politik, Ini Penjelasan Camat & Ketua FKUB Klaten

Baca: Viral Video Remaja Dipukuli Teman Sekelas hingga Tewas karena Duduk di Kursi Paling Depan

Baca: Pencuri Sepeda Motor Tewas Diamuk Warga Setelah Bawa Kabur Sepeda Motor Pemilik Warung Kelontong

"Mereka bukan hanya pedagang yang dulunya ada di pasar itu saat direnovasi. Ada pegadang musiman yang bertambah. Memanfaatkan media jalan untuk berjualan," jelasnya.

Untuk menghindari pedagang yang kembali berjualan di badan jalan dan sebagai efek jera, dikatannya saat ini sedang dikaji regukasi PK5.

"Ada denda. Artinya kalau tidak kita buat seperti itu, mereka akan balik lagi. Bersama polisi, kejakasan dan pengadilan, ada sidang lapangan. Ada denda sita dan penjatuhan hukuman. Sedang diperjuangkan Peraturan Daerahnyaa di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)," ungkapnya.

Baca: Ijek Bertemu Sihar Sitorus, Lupakan Persaingan pada Pilgub Sumut 2018, TONTON VIDEONYA. .

Baca: Mantan Panglima TNI Gatot Kenang George Toisutta Sebagai Guru Prajurit: Beliau Pelatih Saya

Baca: Jelang Sidang MK, KPU Siapkan Juga Link Berita untuk Jawab Keberatan Kubu Prabowo

Baca: Usai Lebaran Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Turun hingga 50 Persen

Ia mengatakan seperti Bandung. PK5 ditangkap, barang disita, jika tidak bayar denda akan diajukan ke pengadilan. Kalau memang bisa lebih humanis, bisa jadi hukuman kerja sosial. Itu akan lebih bagus lagi.

"Demi kenyamanan dan ketertiban umum karena jalan bukan untuk pedagang. Masyarakat juga sudah membongkar kanopinya karena ruko membuat kanopi dan disewakan untuk pedagang. Itu sudah diingatkan," tuturnya.

Baca: JR Saragih Copot Lurah Victor Saragih karena Diduga Terlibat Pungli Parkir Kawasan Wisata Parapat

Baca: Lima Anaknya Tewas Dibantai Mantan Suami, Ibu Korban Malah Minta Pelaku Tidak Dihukum Mati

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved