Usai Heboh Testimoni Eksekutor, Kivlan Zen Minta Perlindungan Hukum ke Menhan Ryamizard

Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen meminta perlindungan hukum atas proses hukum yang tengah menjeratnya.

Usai Heboh Testimoni Eksekutor, Kivlan Zen Minta Perlindungan Hukum ke Menhan Ryamizard
ANTARA
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). 

TRIBUN MEDAN.com - Sehari setelah heboh testimoni tiga eksekutor dalam rencana pembunuhan empat pejabat negara dan bos lembaga survei, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen meminta perlindungan hukum atas proses hukum yang tengah menjeratnya.

Testimoni tiga eksekutor itu menyudutkan Kivlan Zen. Pasalnya, Kivlan disebut sebagai pemberi perintah untuk membunuh 4 tokoh nasional. Kivlan pula yang m,emberikan uang untuk pembelian senjata.

Tersangka kasus dugaan makar itu mengirimkan surat ke Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Muhammad Yuntri, membenarkan adanya pengajuan surat permintaan perlindungan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Melalui surat yang disiapkan tim kuasa hukumnya tersebut, Kivlan Zen berharap mendapat perlindungan dari Menhan terkait kasus hukum yang sedang menimpanya.

"Iya, iya (red-surat permintaan perlindungan)," ujar Yuntri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/6/2019).

Baca: TESTIMONI LENGKAP Eksekutor Sebut Bayaran dan Perintah Kivlan Zen untuk Tembak Mati 4 Tokoh Nasional

Baca: BREAKING NEWS: Tersambar Petir Di Gunung Sibayak, Jamil Panggil-panggil Anaknya

Meski begitu, ia belum memastikan apakah surat yang dimaksud sudah sampai di tangan Ryamizard Ryacudu atau belum. Sebab, saat ini Yuntri sedang berada di Bandung untuk takziah ke rumah keluarga yang meninggal dunia.

"Tim saya di Jakarta memang lagi persiapkan itu tapi apakah sudah disampaikan atau belum saya tidak tahu," kata Yuntri.

Menanggapi hal itu, Ryamizard mengaku belum membaca surat yang dimaksud. Ia mengatakan baru tahu soal surat dari Kivlan Zen saat ditanya awak media.

"Saya aja baru dikasih tahu. Mudah-mudahan itu surat yang isinya menyenangkan. Saya belum baca," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved