Ketua DPRD Sergai Bilang Sudah Berupaya Bantu Togar Politisi PDIP, Namun Akhirnya Ditahan Polisi

Togar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Ketua DPRD Sergai Bilang Sudah Berupaya Bantu Togar Politisi PDIP, Namun Akhirnya Ditahan Polisi
TRIBUN MEDAN/HO
Anggota DPRD Serdang Bedagai, Togar Situmorang.

TRIBUN-MEDAN.com- Ketua DPRD Serdang Bedagai, Sahlan Siregar mengaku sangat sedih karena penahanan anggota DPRD, Togar Situmorang oleh Polres Serdang Bedagai.

Ia menyebut dirinya pribadi sudah berupaya untuk membantu menyelesaikan kasus yang terjadi.

Togar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Pelapornya adalah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sei Bamban, Sugito.

"Ya sedih lah aku ada anggota ku di dalam (tahanan Polres). Ini masalah internal PDI Perjuangan nya sebenarnya karena yang melaporkan Sugito PAC Sei Bamban,"ujar Sahlan Kamis, (13/6/2019).

Ia menyebut Togar bisa ditahan polisi karena masalah hutang piutang yang totalnya mencapai Rp 280 juta. Sebelum ditahan polisi, Togar disebut sempat meminta bantuan padanya. Meski beda Partai namun karena merasa teman ia pun mau membantu Togar.

"Lima hari sebelum lebaran itu dia datang ke rumah. Dibilangnya carikanlah aku duit pinjaman Ketua. Ya kubantu dan datangi rumah Sugito, di sana dia minta-minta maaf. Awalnya kami bawa uang Rp 100 juta tapi enggak mau Sugito menerimanya. Baru kubilang lah besok ke rumahnya lagi bawa semua uang (Rp 280 juta). Kubilang di rumahmu lah kita kasih uang itu sekaligus buka puasa bersama kita, tapi rupanya besoknya kami datangi rumahn Sugito tidak ada dia,"kata Sahlan.

Karena di kwitansi pinjaman uang ada nama Zulfansyah selanjutnya uang yang sudah dibawa itupun kemudian mereka kasikan kepada Zulfansyah dengan harapan setelah uang diberikan laporan yang sudah dibuat di Polres Serdang Bedagai bisa dicabut.

"Jadi di kwitansi itu tertulis pinjaman uang kepada Sugito strip (/) Zulfansyah artinya inikan sepaket. Ya karena si Sugito tadi enggak ada di rumah ya kami kasihlah ke Zulfansyah dan sudah diterima. Sampai sekarang uang ya belum dikembalikan. Tapi itulah rupanya hari Selasa itu ditahan dia di Polres,"kata Sahlan.

Ia menyebut Togar sebenarnya bersedia untuk memenuhi panggilan polisi namun pada beberapa waktu lalu kebetulan ibunya meninggal dunia. " Sebagai orang tua di DPRD saya sudah mengupayakan agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Si Togar inikan kembali terpilih untuk periode tahun depan,"kata Sahlan.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved