TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI: Mengulik Menara Air Tirtanadi, Satu di Antara Ikon Kota Medan

Satu di antaranya Menara Air Tirtanadi, yang merupakan Ikon Kota Medan. Tempat ini sangat terkenal dikalangan Nasional maupun Manca Negara.

TRIBUN WIKI: Mengulik Menara Air Tirtanadi, Satu di Antara Ikon Kota Medan
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Menara Air Tirtanadi, Satu di antara banyak Ikon Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bangunan yang merupakan Ikon Kota Medan, tak terlepas dengan Kolonial Belanda yang menjajah Indonesia.

Karena sebagian bangunnan yang menjadi Ikon Kota Medan merupakan bangunan peninggalan Kolonial Belanda, Kamis (13/6/2019).

Satu di antaranya Menara Air Tirtanadi, yang merupakan Ikon Kota Medan. Tempat ini sangat terkenal dikalangan Nasional maupun Manca Negara.

Bangunan ini didirikan pada bulan Desember tahun 1908, oleh pemerintah Belanda, sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat pada saat itu.

Air yang ditampung di dalam menara tersebut merupakan air yabg berasal dari Sibolangit. Namun saat ini, sumber air di menara tersebut tidak dari Sibolangit. Menalinkan dari air Delitua dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal.

Pada saat masa pemerintahan Belanda air tersebut hanya dapat dikomsumsi oleh pihak Belanda serta orang yang memiliki golongan menengah ke atas. Selain sebagai pemasok air bagi warga sekitar saat ini, menara ini juga sebagai Landmark Kota Medan.

Selanjutnya, Pembangunan menara ini juga tidak lepas dari pembangunan perusahaan air milik pemerintah kolonial Belanda, dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih, yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

Menara Air Tirtanadi sekarang dimiliki oleh PDAM Tirtanadi, letaknya di persimpangan Jl. Sisingamangaraja 1. Menara ini memiliki tinggi 42 meter dan berat mencapai 330 ton. PDAM Tirtanadi juga menyediakan air minum yang dapat langsung diminum oleh masyarakat yang sedang melintas di sekitar kawasan tersebut.

Selain gaya arsitek bangunannya yang unik, menara ini juga menyimpan sejarah dari zaman kolonial Belanda, hingga sekarang. Menara air ini telah mengalami beberapa renovasi dalam pengecatan saja.

Sementara, sebelum Menara Air Tirtanadi ini, perusahaan Tirtanadi sudah ada pada tahun 1905. Nama Tirtanadi merupakan bahasa dari Sanksekerta yaitu Trita artinya Air sedangkan nadi artinya kehidupan.

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved