Pilpres 2019

Bambang Widjojanto, Kuasa Hukum BPN Menduga Jokowi Salahgunakan Wewenang sebagai Presiden

Bambang Widjojanto, Kuasa Hukum BPN Menduga Jokowi Salahgunakan Wewenang sebagai Presiden

Bambang Widjojanto, Kuasa Hukum BPN Menduga Jokowi Salahgunakan Wewenang sebagai Presiden
Capture Kompas TV Live
Ketua Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto. (Capture Kompas TV Live) 

Bambang Widjojanto, Kuasa Hukum BPN Menduga Jokowi Salahgunakan Wewenang sebagai Presiden

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,Bambang Widjojanto membicarakan sejumlah keberatannya di dalam sidang perdana sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Satu di antaranya yakni Bambang menilai ada unsur penyalahgunaan kekuasaan dalam kontestasi Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Bambang dalam sidang sengketa seperti dalam tayangan Kompas TV Live, Jumat (14/6/2019).

Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan uji materi UU Pemilu, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan uji materi UU Pemilu, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). ((KOMPAS.com/Devina Halim))

Disebutkannya Jokowi-Ma'ruf memperoleh sebanyak 85.036.828 suara atau 55,50 persen.

Sementara Prabowo-Sandi 68.650.238 suara atau 44,50 persen.

Menurutnya perolehan suara tersebut tidak sah secara hukum.

"Bahwa penetapan perolehan rekapitulasi suara tersebut tidak sah menurut hukum," jelas Bambang.

Menurutnya, suara tersebut diperoleh lantaran adanya tindak kecurangan.

Ia menyatakan bahwa perolehan suara tersebut diduga didapat dari penyalahgunaan wewenang Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.

Halaman
12
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved