Dampak Erupsi Sinabung, 10,053 Hektare Lahan Pertanian Terpapar Abu Vulkanik

Sarjana Purba, mengungkapkan sedikitnya 10.053 hektare pertanian dengan berbagai tanaman terkena imbas erupsi.

Dampak Erupsi Sinabung, 10,053 Hektare Lahan Pertanian Terpapar Abu Vulkanik
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Petani di Kecamatan Namanteran, membersihkan lahan pertaniannya yang terdampak abu vulkanik belum lama ini. Menurut data dari Dinas Pertanian Karo, sedikitnya 10.053 hektare pertanian yang tersebar di delapan kecamatan, terpapar abu vulkanik yang terjadi pada Minggu (9/6/2019) lalu 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Akibat dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (9/6/2019) lalu, sejumlah daerah terdampak abu vulkanik. Dengan tinggi kolom sejauh 7.000 meter di atas puncak itu, abu vulkanik turut menghujani lahar pertanian warga.

Kepala Dinas Pertanian Karo Sarjana Purba, mengungkapkan sedikitnya 10.053 hektare pertanian dengan berbagai tanaman terkena imbas erupsi. Dirinya menyebutkan, dari puluhan ribu hektare itu, tersebar di delapan kecamatan.

"Pada waktu erupsi hari Minggu kemarin itu, dari data yang kita kumpulkan ada 10.053 hektare yang terpapar abu vulkanik di delapan kecamatan," ujar Kepala Dinas Pertanian Karo Sarjana Purba, saat ditemui di kantornya, Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (14/6/2019).

Sarjana menjelaskan, dari ribuan hektare tersebut terdapat lima jenis tanaman yang ikut terdampak abu vulkanik. Yaitu tanaman pangan, sayur, buah, perkebunan, serta tanaman hias.

"Kalau pangan itu seperti padi dan jagung, sayuran itu seperti kol, cabai, kentang dan lainnya. Kalau buah kan banyak di sini, untuk perkebunan kita ada kopi sama kakao. Kalau tanaman hias itu kita juga banyak di Berastagi, yang ikut kena abu juga," ucapnya.

Menurut data yang didapat dari Dinas Pertanian Karo, adapun rincian luas lahan yang terkena dampak adalah sebagai berikut. Kecamatan Kutabuluh, tanaman pangan seluas 4.242 Ha, sayur 67 Ha, buah 200 Ha, perkebunan 143 Ha, dengan total 4.652 Ha. Kecamatan Payung, tanaman pangan 25 Ha, sayur 70 Ha, buah 235 Ha, perkebunan 125 Ha, dengan total 455 Ha.

Kecamatan Tiganderket, tanaman pangan 1.257 Ha, sayur 105 Ha, buah 235 Ha, perkebunan 50 Ha, total 1,647 Ha. Kecamatan Simpang Empat, tanaman pangan 245 Ha, sayur 275 Ha, buah 150 Ha, perkebunan 125 Ha, total 795 Ha. Kecamatan Namanteran, tanaman sayur 1.262 Ha, buah 250 Ha, perkebunan 50 Ha, total 1.562 Ha.

Kecamatan Merdeka, tanaman sayur 320 Ha, buah 75 Ha, perkebunan 25 Ha, total 420 Ha. Kecamatan Berastagi, tanaman sayur 177 Ha, buah 50 Ha, tanaman hias 12 Ha, perkebunan 40 Ha, total 279 Ha. Kecamatan Dolat Rayat, tanaman sayur 80 Ha, buah 125 Ha, tanaman hias 3 Ha, tanaman perkebunan 35 Ha, total 243 Ha.

Sedangkan total lahan terdampak jika diambil per komoditi, tanaman pangan 5.769 Ha, sayur 2.356 Ha, buah 1.320 Ha, tanaman hias 15 Ha, dan perkebunan 593 Ha.

Sarjana mengatakan, hingga saat ini memang pihaknya belum mendata lebih jauh perihal kerusakan yang terjadi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved