Kurir Sabu 14,98 Kg Saiful Harus di Sidang Sendiri, Rekannya Mati Ditembak Polisi

Rekannya Andri Yandri alias Putra ditembak mati petugas kepolisian akibat melawan saat hendak ditangkap.

Kurir Sabu 14,98 Kg Saiful Harus di Sidang Sendiri, Rekannya Mati Ditembak Polisi
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Terdakwa kurir sabu seberat 14,98 kg, Saiful harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendirian akibar rekannya telah mati, Jumat (14/6/2019) di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa kurir sabu seberat 14,98 kg, Saiful harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendirian akibat rekannya telah mati ditembak polisi di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (14/6/2019).

Rekannya Andri Yandri alias Putra ditembak mati petugas kepolisian akibat melawan saat hendak ditangkap.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta menyebutkan dalam dakwaannya bahwa awal kasus dua kurir sabu asal Langsa, Aceh ini dimana petugas kepolisian mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa kedua terdakwanakan membawa sabu dari daerah Dumai menuju Medan.

"Atas informasi tersebut personel kepolisian langsung berangkat ke daerah perbatasan Dumai, Riau dan Sumut. Sesampainya pada lokasi dimaksud petugas melakukan pengintaian terhadap setiap kendaraan yang melintas," jelas Jaksa.

Kemudian, polisi melihat sebuah mobil sebagaimana informasi yang diperoleh sesuai dengan ciri-ciri dimaksud dan langsung mengejar dan mencoba untuk memberhentikan mobil tersebut.

Pada saat mobil yang dibawa terdakwa Saiful jenis Avanza BK 185 JF hendak diberhentikan oleh polisi.

"Terdakwa Yandri tidak mau berhenti dan langsung melaju terus sehingga petugas kepolisian melakukan penembakan ke arah supir yang membawa mobil, yaitu Saiful. Namun mobil tersebut tidak mau berhenti," jelas Rosinta.

Setelah dikejar jauh sampai pada Jl. Lintas Sumatera Cikampak, Labusel terdakwa Saiful yang membawa mobil tersebut kemudian memberhentikannya.

"Setelah berhenti baik Saiful dan temannya Andri langsung melarikan diri keluar dari mobil ke arah yang berbeda namun terdakwa Saiful berhasil ditangkap sedangkan teman terdakwa Andri berhasil melarikan diri," ungkapnya.

Setelah mengamankan terdakwa saiful kemudian polisi membawanya kedalam mobil Avanza BK 1875 FJ yang mereka bawa dan kemudian petugas menemukan sebuah tas di dalam mobil berupa tas yang berisikan 14 bungkus kemasan teh cina warna hijau bertuliskan Guanyinwang berisi sabu seberat 14.986 gram.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved