Nama Jansen Sitindaon Muncul dalam Diskusi Mencari Calon Walikota Medan

Acara ini menggali potensi termasuk calon pemimpin yang memungkinkan membangun Kota Medan.

Nama Jansen Sitindaon Muncul dalam Diskusi Mencari Calon Walikota Medan
Tribun Medan/ Nanda Rizka Nasution)
Foto bersama para peserta dan pembicara Mencari Tokoh Alternatif untuk Pilkada Kota Medan, Kongkow-Kongkow Politik Milenials Kota Medan diadakan di Cafe Roda Tiga Jalan Sei Serayu No 115, Tanjungrejo, Medan Sunggal, Kamis Malam (13/6). 

TRIBUN-MEDAN.com - Mengangkat tema Mencari Tokoh Alternatif untuk Pilkada Kota Medan, Kongkow-Kongkow Politik Milenials Kota Medan diadakan di Cafe Roda Tiga Jalan Sei Serayu No 115, Tanjungrejo, Medan Sunggal, Kamis (13/6/2019) malam.

Hadir sebagai pembicara adalah mantan Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Qahfi Romula Siregar, mantan Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan Effendi Kardo Naibaho, mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Katholik Indonesia (PMKRI) Kota Medan Julwandri Munthe, mantan Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan Ruben Panggabean dan Tokoh Pemuda Sumatera Utara One September Situmorang.

Acara ini menggali potensi termasuk calon pemimpin yang memungkinkan membangun Kota Medan. Di sini, para pembicara menyampaikan pandangan dan rekomendasi yang akan menjadi catatan Kota Medan pada Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) 2020. 

Dalam penyampaianya, satu pembicara, Effendi menyampaikan beberapa permasalahan Kota Medan yang belum selesai.

Baca: Curhatan Jansen Sitindaon, Gagal Lolos DPR RI dan Dibenci Warga di Kampungnya karena Dukung Prabowo

Baca: Ruhut Sitompul dan Jansen Sitindaon Saling Menertawai soal Kader Demokrat Pindah Haluan ke Jokowi

"Medan perlu pemimpin yang punya visi dan misi. Kota Medan letaknya sangat strategis. Medan tidak hanya sebatas rumah kita lebih tepatnya wajah Indonesia. Letaknya sangat dengan dengan Malaysia dan Singapura," katanya.

Medan adalah pusat peradaban dan pusat perdagangan dan kota yang sangat bersejarah.

"Kita butuh pemimpin dan tatanan kota yang lebih baik. Membawa Medan ke babak baru menuju Kota Medan kelas dunia. Harus lebih angkuh dan maju dari Bandung, Surabaya dan Jakarta. Bisa menjadi kota percontohan Indonesia dan dunia," katanya.

Siapapun tokoh alternatif itu harus mampu mengangkat derajat Medan ke kelas dunia. Itulah visi misinya ke depan, tambahnya.

"Yang tegas, cerewet sehingga semua bisa ditertibkan" katanya.

Sementara itu Qahfi mengatakan sudah sewajarnya para millennial memikirkan sosok alternatif yang bisa memimpin Medan.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved