Pembakar Mobil Brimob Dibayar, Mencuri Pistol, Peluru, Uang Rp 50 Juta dan Senjata Laras Licin

Hengki mengatakan, polisi masih mencari satu senjata laras licin yang dicuri dari Brigade Mobil (Brimob) oleh kelompok kriminal pada kerusuhan 22 Mei

Pembakar Mobil Brimob Dibayar, Mencuri Pistol, Peluru, Uang Rp 50 Juta dan Senjata Laras Licin
youtube
Pembakar Mobil Brimob Dibayar, Mencuri Pistol, Peluru, Uang Rp 50 Juta dan Senjata Laras Licin. Anggota Sabhara Polda Jambi berlatih menggunakan senjata laras licin. 

Pembakar Mobil Brimob Dibayar, Mencuri Pistol, Peluru, Uang Rp 50 Juta dan Senjata Laras Licin

TRIBUN-MEDAN.com - Empat tersangka pembakar dan pencuri uang di mobil Brimob senilai Rp 50 juta dalam kerusuhan 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, merupakan massa bayaran.

"Saya perlu jelaskan juga, hasil pengakuan tersangka, ternyata mereka menerima bayaran," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, di Polres Jakarta Barat, Jumat (14/06/2019).

Hengki mengatakan, keempat tersangka, Supriyatna Jaelani, Wawan Adi Irawan, Diki Fajar Prasetiyo, dan Dimas Afie Sadewo sengaja datang ke tempat kejadian untuk rusuh dan menjarah.

"Mereka ini merupakan kelompok kriminal yang sengaja melakukan kerusuhan dan juga penjarahan," ujarnya. Hengki tak mengatakan nominal bayaran yang mereka terima.

Namun, dia memastikan sudah menangkap tersangka yang membayar para perusuh.

Sebelumnya, selain membakar mobil, keempat tersangka juga mencuri satu buah selempang warna cokelat berisi satu pucuk senjata api jenis Glock 17, beserta 13 peluru, dan uang tunai Rp 50 juta.

Polisi Resor Jakarta Barat bersama empat tersangka kerusuhan dan penjarahan senjata Brimob pada 22 Mei 2019.

Polisi Resor Jakarta Barat bersama empat tersangka kerusuhan dan penjarahan senjata Brimob pada 22 Mei 2019. (KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUM)

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hengki mengatakan, polisi masih mencari satu senjata laras licin yang dicuri dari Brigade Mobil (Brimob) oleh kelompok kriminal pada kerusuhan 22 Mei lalu.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved