Peserta Ujian Seleksi PPDB di SMAN 1 Lubukpakam Terpaksa Dipulangkan, Ini Penyebabnya

Hafizul Anwar mengatakan sebelum masuk ke dalam ruang ujian ia dan peserta lainnya sempat dikumpulkan di dalam satu ruangan oleh pihak sekolah.

Peserta Ujian Seleksi PPDB di SMAN 1 Lubukpakam Terpaksa Dipulangkan, Ini Penyebabnya
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Orang tua siswa duduk menunggu anaknya yang sedang ujian seleksi di halaman SMA Negeri 1 Lubukpakam, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Siswa-siswi yang mengikuti seleksi ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Lubukpakam terpaksa dipulangkan setelah terjadinya gangguan jaringan, Jumat, (14/6/2019).

Sama seperti di sekolah-sekolah lain ujian baru dapat terlaksana pada saat sore hari. Akibatnya untuk sesi pertama dan kedua ujian tidak batal dilaksanakan. Sementara untuk sesi ketiga sudah dilakukan karena pada sore hari jaringan sudah dalam kondisi baik.

Salah satu peserta ujian, Hafizul Anwar mengatakan sebelum masuk ke dalam ruang ujian ia dan peserta lainnya sempat dikumpulkan di dalam satu ruangan oleh pihak sekolah.

Dari situ ia baru tahu terjadi gangguan jaringan. Alumni SMP Negeri 1 Tanjung Morawa ini menyebut karena hal itu ujian pun dibatalkan dan akan dimulai hari ini, Sabtu (15/6/2019).

"Kalau aku sesi kedua Om jadi enggak sempat masuk ke dalam ruang ujian. Yang sesi pertama tadi yang sudah sempat masuk ke dalam ruangan. Kata gurunya (pihak sekolah) tadi besok (hari ini) baru bisa jadi disuruh pulang dulu," kata Hafizul Anwar.

Meski di Tanjung Morawa ada SMA Negeri namun dirinya berharap agar dirinya bisa lulus di SMA Negeri 1 Lubukpakam ini. Dianggapnya kalau SMA Negeri 1 Lubukpakam ini banyak prestasinya dan diminati siswa siswi dari luar.

"Ya jauh dikit enggak apa-apalah yang penting sekolahnya kan bagus. Karena prestasinya jugakan banyak. Kalau sekolahnya sudah punya prestasi pastikan siswanya berprestasi juga. Harapannya semoga bisa lulus lah," kata Hafizul.

Orang tua siswa tampak ikut mendampingi anaknya datang ke sekolah. Karena memahami apa yang terjadi mereka pun dapat memakluminya. Saat sesi 3 sedang mengikuti ujian beberapa orangtua pun ikut menunggu anaknya selesai ujian. Mereka rata-rata merupakan warga dari luar Kecamatan Lubukpakam.

"Ya saya rumah di Kecamatan Beringin tinggal di Desa Sidodadi. Sebenarnya ada sekolah di sana cuma anaknya minta di sini ya terpaksalah dituruti saja karena memang sekolahnya jugakan bagus. Ini ikut tes karena dari jalur zonasi tidak memenuhi kriteria. Harapannya bisa lulus lah supaya anak kita juga senang," kata salah satu orang tua siswa, Ati.

Wakil Kepala SMAN 1 Lubukpakam, M. Muris mengatakan untuk di sekolahnya ini untuk jalur testing hanya menyediakan kursi sebanyak 43 orang. Sementara untuk yang mengikuti ujian jumlahnya mencapai 123 dan dibagi dalam 3 sesi. Ia menjelaskan kalau pihak sekolah sudah berkordinasi dengan Provinsi terkait apa yang terjadi.

"Dari pagi terjadi gangguannya makanya yang sesi 1 dan 2 tidak jadi dan ditunda besok lah. Kalau sesi 3 sedang berjalan ini sudah bagus. Sebenarnya peraturannya itu ada dua hari sebenarnya pelaksanaan testing hari ini dan besok makanya besok masih bisa. Gangguan jaringan ini terjadi di mana-mana bukan di sekolah kita saja. Kalau untuk kesiapan kita sudah sangat siap dan tidak ada masalah sebenarnya cuma inikan gangguan jaringan terjadi di mana-mana," kata M Muris.

Ia menyebut pada pagi hari sempat berkordinasi dengan pihak yang biasanya menangani persoalan jaringan internet. Pihak sekolah meminta agar jaringan dari terus diperhatikan dan kalau bisa ditambah kecepatannya. Ia berharap agar pada hari kedua pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved