Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya

Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya

Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya.  

//

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi santai soal permintaan dari sejumlah kader Partai Demokrat yang menganjurkan agar koalisi partai pengusung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno atau Koalisi Adil Makmur dibubarkan.

Baca: Kabar Baru Gaji ke-13 PNS dan TNI/Polri dari Kemenkeu, Sri Mulyani Ungkap Kapan Kepastian Pencairan

Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya
Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya (Tribun Jabar)

Begitu pula, koalisi partai pengusung capres nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Itu pendapat-pendapat pribadi, sah-sah saja kalau ada dari mereka yang menginginkan seperti itu. Kita negara demokrasi, sikap politiknya juga tidak ada yang mengekang," katanya di sela Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (12/6/2019).

Fadli mengatakan, Gerindra bersama tim BPN masih akan fokus pada sidang perselisihan hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia juga mengaku bakal hadir dalam sidang perdana di MK, Jumat (14/6/2019).

"Saya juga mau ikut mendengarkan paparan. Akan tetapi, tim hukum yang menjadi panglimanya. Saya kira semua sudah kami serahkan kepada tim hukum," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI itu ketika ditanya soal persiapan Partai Gerindra.

Baca: Prabowo Sandi Absen di Sidang MK, BPN: Dari Awal Prabowo Sandi tak Ingin Ajukan Gugatan ke MK

Seperti diketahui, setelah registrasi terhadap permohonan peserta pilpres yang mengajukan sengketa ke MK pada tanggal 11 Juni 2019, akan digelar sidang perdana dengan agenda memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahap persidangan.

Hal ini dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan pada tanggal 14 Juni 2019.

Tahapan selanjutnya, MK melakukan sidang dengan agenda pemeriksaan pembuktian pada tanggal 17 Juni 2019, kemudian pada sidang terakhir, 24 Juni 2019.

Setelah itu, MK akan menggelar rapat permusyawaratan hakim mulai 25 hingga 27 Juni 2019. Terakhir, MK membacakan putusan sengketa pilpres pada hari Jumat, 28 Juni 2019.

Baca: Bambang Widjojanto Menjabat sebagai Pejabat Negara? 3 Advokat Akan Adukan BW ke PERADI, Alasannya

Baca: Kapolri Tito Karnavian- Calon Pimpinan KPK, Pansel Undang Kapolri Sodorkan Nama-nama untuk Mendaftar

Baca: Khabib Nurmagomedov Naik Ring UFC 242 lagi, Ungkit Rematch Lawan Conor McGregor, Pantas?

Tanggapan Fadli Zon, Demokrat Minta Koalisi Partai Pengusung Prabowo-Sandi Dibubarkan, Alasannya

tautan asal kompas

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved