Alexander Putra jadi Kalapas Narkotika Hinai, Pejabat Lama Tugas di Jabatan Fungsional Umum

Sesuai surat keputusan Sekretaris Jendral Kemenkumham, Alexander Putra ditunjuk sebagai kalapas baru. Sedangkan Kalapas lama sudah di kantor wilayah

Alexander Putra jadi Kalapas Narkotika Hinai, Pejabat Lama Tugas di Jabatan Fungsional Umum
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Alexander Putra jadi Kalapas Narkotika Hinai, Pejabat Lama Tugas di Jabatan Fungsional Umum. Beberapa motor dibakar saat kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat, Kamis (17/5/2019). 

Bahkan untuk Kalapas Baru Alexander Putra sudah diultimatum agar tidak kembali terjadi kerusuhan oleh Kakanwil Kemenkumham Sumut.

Baca: Komisaris Jenderal (Pol) M Iriawan Bareng Menantu Presiden Jokowi Maju jadi Caketum dan Sekjen PSSI

Baca: HASIL SURVEI TERBARU-Jokowi dan SBY Dinilai Demokratis Sementara Soeharto Dinilai Diktator

"Kita sudah minta supaya tugas sesuai SOP artinya pelaksanaan tugas ataupun program-program berjalan dengan baik. Sudah tidak jamannya lagi diskriminasi terhadap napi. Kita kan tidak jamannya penjara lagi tapi sudah lembaga pemasyarakatan, hak-hak mereka wajib kita penuhi dan berikan kepada mereka terutama remisi. Kita mau tidak ada terjadi lagi," tegas Josua.

Sebelumnya, Josua juga menjelaskan bahwa 33 orang dari 64 orang pegawai yang berada di Lapas Hinai saat ini juga sudah dinonjobkan dengan Jabatan Fungsional Umum.

"33 pegawai yang sudah ditarik di Kantor Wilayah Sumut, termasuk para pejabat-pejabat baru. Mereka sedang dalam pembinaan, tapi apakah mereka akan dipindahakaj Itu bukan wewenang saya menjawab. Tapi setahu saya mereka ada disini dengan fungsional umum," jelasnya.

Josua menambahkan bahwa data terakhir napi Lapas Hinai yang masih buron ada sekitar 53 orang.

"53 napi yang belum tertangkap, kita sudah berkoordinasi dengan pihak-pkepolisian untuk bekerjasama menangkap kembali 53 napi yang belum kembali. Kita juga minta kerjasamanya dengan keluarga para napi tersebut apabila keluarga mengetahui segera mengantarkannya kembali ke kita," bebernya.

Ia menerangkan akan ada pemindahan narapidana di Lapas Hinai ini karena telah over kapasitas dimana terdapat 1464 napi yang ditampung dengan kapasitas 915.

"Tidak semua dipindah, ada yang tetap disitu. Tapi juga ada yang dipindah karena over kapasitas. Untuk memindahkan itu tetap kami laksanakan, tidak juga karena kerusahan. Tapi kita tetap akan kami lakukan," ungkapnya.

Baginya napi yang terbukti nantinya ikut terlibat dalam kerusuhan, pihak Kemenkumham tak dapat memberikan sanksi tambahan. "Itu saya tidak bisa menjawab hanya pihak polisi yang bisa melakukan. Karena kami tidak bisa menjatuhi hukuman. Dia harus disidik lagi dan diserahkan ke polisi dan hingga ke pengadilan kalau ada sanksi tambahan," jelasnya.

Baca: Survei Terbaru SMRC: 14% Responden Sebut Pilpres Sangat Jujur dan Adil, Ini Detail Hasil Survei

Baca: Frank Lampard jadi pelatih Chelsea, Roman Abramovich Berikan Kesempatan Dua Musim

Bahkan ia menjelaskan ada dua gedung satu dan dua yang telah hancur lembur akibat kerusahan. "Kerugian materiil akibat kerusahan belum dapat datanya. Informasinya belum clear bisa sampai jutaan. Itu juga akan melihat situasi dan kondisinya untuk nantinya di rehab," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved