Menuju Pemilihan Wali Kota Binjai 2020, PAN Siap Koalisi dengan Partai Golkar

Kota Binjai satu di antara lainnya yang menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada September 2020

Menuju Pemilihan Wali Kota Binjai 2020, PAN Siap Koalisi dengan Partai Golkar
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kantor Wali Kota Binjai. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sejumlah daerah akan kembali memasuki perhelatan Pemilu Wali Kota.

Kota Binjai satu di antara lainnya yang menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada September 2020 mendatang.

Sejumlah nama mulai muncul dan masuk bursa tokoh yang diprediksi akan maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai. Di antaranya, Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba, Juliadi, Timbas Tarigan, dan Iwan Zulhami selaku Kakanmenag Sumut. Sejumlah partai politik juga sedang menyiapkan calon dan koalisi partai yang akan diambil, Minggu (16/6/2019)

Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai, H Zainuddin Purba yang lolos menuju Gedung DPRD Sumut ini tak menutup kemungkinan dan berkeinginan untuk maju sebagai Wali Kota Binjai. Politikus satu ini bahkan tak sungkan bercerita sedikit tentang partainya dan dinamika politik Kota Binjai.

"Munafik namanya jika seorang ketua partai tidak ingin maju sebagai calon kepala daerah," kata Zainuddin di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Pak Uda biasa Ketua DPRD Binjai ini disapa. Dia bercerita tak tertutup kemungkinan membuka peluang koalisi dengan Partai Demokrat. Tak hanya Partai Demokrat, koalisi bersama PAN juga bisa saja jadi pilihan.

Untuk Demokrat, Pak Uda sempat menyinggung perkara yang dialami Ketua Partai berlambang Mercy ini, HM Sajali alias Bajor. ‎Soalnya, Bajor pernah berstatus sebagai terperiksa atau saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar.

Bajor memang selamat dari status tersangka, namun elektabilitas Bajor terciderai. Bajor yang menjabat Wakil Ketua DPRD Binjai periode 2014-2019, dipastikan tidak akan meraih kursi wakil ketua DPRD lagi untuk periode 2019-2024.

"Koaliasi lain mungkin saja. Terbuka semua. Kalau saya sama Ketua PAN Rudi Alfahri bagaimana? Pasti cocok. Atau dengan Ardiansyah Putra? Politik ini dinamis. Menit terakhir pun dapat berubah situasi politik," katanya.

"Saat Halal Bihalal, Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut menyampaikan bagi Ketua Partai Golkar yang mendapat prestasi, itu diberikan kewenangan untuk menentukan (pasangan Cawako dan Cawawako) dan disetujui oleh DPD tingkat I," ujar dia.

Pak Uda bisa dikatakan Ketua Partai Golkar yang berprestasi. Karier politiknya sukses lagi setelah maju dalam Pileg 2019 ‎menuju Gedung DPRD Sumut dan di Kota Binjai partainya melakukan peningkatan dengan torehan enam kursi.

"Saya berharap orang Binjai pilih orang Binjai. Tentu rasa cintanya jauh lebih besar. Maksudnya orang Binjai yang memang berkecimpung di Binjai. Tidur di Binjai," katanya.‎

Ketua DPD PAN Kota Binjai, Rudi Alfahri Rangkuti secara pribadi belum ada keinginan untuk maju dalam Pilkada Binjai 2020 menjadi Calon Wakil Wali Kota Binjai. Namun, sejumlah nama tokoh dan partai sudah masuk dan diperhitungkan.

"Ketua partai mana yang gak diperhitungkan. Saya alhamdulillah sudah lolos DPRD Sumut. Jadi di DPRD Sumut sajalah dulu. Kalau koalisi PAN, sejauh ini terbuka kepada siapa saja, bisa koalisi dengan partai mana saja. Yang saya tahu mau maju, masih prediksi ya Pak Uda, Timbas, Juliadi," kata Rudi usai acara halal bihalal di ke diamannya, Sabtu malam (15/6/2019).

Anggota DPRD Binjai periode 2014-2019 ini juga belum mendapat instruksi dari PAN Pusat soal Pilkada Binjai 2020 tersebut. Terlebih, KPU juga belum mengumumkan mekanisme Pilkada Serentak.

"Usung kader belum ada pembahasan. Siapa saja bisa berkoalisi, yang penting kalau mau koalisi PAN itu dapat apa, kalau gak cocok ya pasti lebih pilih mana yang paling potensial menang dan bisa membawa harapan dan lebih baik untuk partai ke depannya. Kalau memang Pak Uda maju, deklarasikan lah dirinya sebagai Calon Wali Kota Binjai. Biar jelas. Kalau memang Pak Uda, PAN tentunya siap untuk berkoalisi," ungkap Rudi.

Kata Rudi, Timbas Tarigan yang saat ini Wakil Wali Kota Binjai sudah menjajaki komunikasi politik melalui timnya dengan PAN. Timbas tidak lagi menjadi kader PKS, melainkan ikut membesarkan Ormas Garbi Sumut sebagai ketuanya.

"Kami juga belum tahu siapa yang mau diusung. Bisa saja dari tokoh masyarakat, Yundiser karena kedekatannya PAN dengan Muhammadiyah. Yundiser Ketua Muhammadiyah Binjai," pungkasnya.

Diketahui, dari jumlah 30 kursi DPRD Binjai, Golkar sebagai pemenang dan berhak atas kursi pimpinan dengan meraih 6 kursi pada hasil Pileg 2019. Kesuksesan Golkar disusul Partai Gerindra dengan 5 kursi dan PDIP 4 kursi. Lalu Partai Demokrat, Nasdem, PKS dan PAN masing-masing 3 kursi. Terakhir PPP 2 kursi serta Hanura 1 kursi.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved