Sahabat Hijrahku, Berawal dari Kumpul dan Nongkrong di Masjid

Sahabat Hijrahku dibentuk tahun 2016 bermula dari beberapa anak muda yang sekadar ngumpul dan nongkrong di masjid

Sahabat Hijrahku, Berawal dari Kumpul dan Nongkrong di Masjid
TRIBUN MEDAN/HO
Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Sahabat Hijrahku. 

TRIBUN-MEDAN.com - Siapa yang tidak kenal dengan komunitas Sahabat Hijrahku, komunitas dakwah asal Medan yang memiliki followers instagram lebih dari 25 ribu ini, memang menjadi komunitas teraktif melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, sosial hingga pendidikan.

Selain aktif melaksankan berbagai kegiatan, Instagram komunitas juga kerap membagikan pengetahuan dan wawasan seputar Islam dengan cara yang unik dan menyenangkan, tidak ketinggalan, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan Islami di sosial media, sehingga tidak jarang komunitas ini menjadi pilihan anak muda untuk menambah lebih banyak informasi-informasi keagamaan.

Saat berbincang dengan Tribun medan Founder sekaligus ketua komunitas, Ahmad Kamal menceritakan awal mula terbentuknya komunitas yang berawal dari tongkrongan sederhana.

"Sahabat Hijrahku dibentuk tahun 2016 bermula dari beberapa anak muda yang sekadar ngumpul dan nongkrong di masjid, kami memiliki latar belakang yang berbeda-beda, saat itu banyak anak-anak muda yang baru mengecap kajian keagamaan dan berbeda pandangan dan sering sekali terjadi pertikaian di sosial media," katanya.

Seringnya terjadi keributan-keributan di sosial media dan saling tuding menuding satu dengan lainnya, Ia dan rekan lainnya merasa harus melakukan sesuatu.

"Kita sesama teman-teman tadi, merasa kita sendiri bisa nyatu kok tanpa menonjolkan kelompoknya masing-masing, sebab selama landasannya Alquran dan hadis, kita semua bersaudara, dan kami membuat komunitas Sahabat Hijrahku karena kita ingin Hijrah menjadi lebih baik" katanya.

Lelaki yang akrab disapa Kamalkhan Lubis ini mengatakan awalnya komunitas hanya sebatas anggota yang membentuk saja, namun akhirnya mereka membuka untuk umum.

"Dimana ada kajian, kita datang, dan saat itu belum terlalu banyak kajian, meskipun ada paling banyak diisi oleh orangtua, jadi kita ketemu dan nongkrongnya ya di Masjid," katanya.

Dibentuk nya komunitas ini kata Kamal bertukuan agar memberikan manfaat kepada umat, artinya mengajak orang mengenal Islam tanpa pandang bulu dengan maksud mengajak orang menjadi lebih baik lagi dan meramaikan masjid

"Saya rasa kehidupan anak muda saat ini mengerikan, banyak yang jauh dari Tuhannya, sehingga banyak masjid yang sepi padahal masjid adalah tinggal Islam, jadi sebagai generasi Millenials kita harus sadar penghuni masjid itu seharusnya kita," katanya.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved