3 Hari Ditertibkan, Pasar Kampung Lalang ‘Bersih’ PK5

Setelah tiga hari petugas Satpol PP melakukan penertiban, kondisi seputaran Pasar Kampung Lalang sudah 'bersih' dari pedagang kaki lima (PK5). Tak sa

3 Hari Ditertibkan, Pasar Kampung Lalang ‘Bersih’ PK5
Tribun Medan/HO
Ratusan personel Satpol PP melakukan penertiban di seputaran area Pasar Kampung Lalang, guna mengembalikan fungsi Jalan Kelambir Lima sebagai ruang milik jalan (rumija). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Setelah tiga hari petugas Satpol PP melakukan penertiban, kondisi seputaran Pasar Kampung Lalang  sudah 'bersih' dari pedagang kaki lima (PK5). Tak satu pun lapak pedagang ditemukan di atas permukaan parit maupun bahu jalan baik di sisi kiri maupun kanan Jalan Kelambir Lima.

Padahal kawasan tersebut sudah belasan tahun digunakan para PK5 untuk melakukan transaksi jual beli. Kondisi itu berdampak positif dengan arus lalu lintas yang sebelumnya rentan terjadinya kemacetan kini telah lancar kembali.

Sejak Rabu (12/6) dan Jumat (14/6), sekitar 200 orang lebih diturunkan Pemko Medan guna menertibkan seluruh PK5. Selain melanggar peraturan, warga sekitar maupun masyarakat pengguna sangat mengeluhkan keberadaan para PK5 yang mengakibatkan kesulitan saat melintas, dan sukar untuk mendapatkan tempat parkir, baik kenderaan roda dua maupun empat ketika hendak berbelanja di Pasar Kampung Lalang.

Pasalnya, para PK5 telah menggunakan semua space yang ada untuk tempat menggelar lapak. Guna menyahuti keluhan warga sekaligus mengembalikan fungsi Jalan Kelambir Lima sebagai ruang milik jalan (rumija), Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan langsung memimpin penertiban dibantu sejumlah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

Dalam kurun tiga hari penertiban, para PK5 diberi kesempatan untuk membongkar lapaknya masing-masing. Namun bagi PK5 yang tidak berupaya untuk membongkar lapaknya, Satpol PP pun langsung membongkar dan menyita barang dagangannya. Hingga Jumat (14/6), tak satu pun lapak milik PK5 yang ditemukan.

“Jika PK5 ingin berjualan, Pemko Medan telah menyediakan tempat yang layak di Pasar Kampung Lalang. Apalagi Pasar Kampung Lalang baru selesai direvitalisasi sehingga menjadi tempat yang sngat layak untuk melakukan transaksi jual beli. Mereka (PK5) tinggal berkoordinasi dengan PD Pasar Kota Medan jika ingin berjualan di Pasar Kampung Lalang,” kata Sofyan.

 Pasca melakukan penertiban selama tiga hari, jelas Sofyan, tugas mereka tinggal bagaimana mencegah agar para PK5 tidak berjualan kembali di kawasan yang telah 'dibersihkan' tersebut.

“Berhubung kawasan yang digunakan para PK5 berjualan selama  ini masuk wilayah Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Helvetia, makanya kita minta agar kedua kecamatan tersebut melakukan penjagaan seperti yang telah dilakukan di pasar-pasar tradisionil sebelumnya. Begitu mendapati PK5 berjualan, segera laporkan, kita langsung datang menertibkan!” tegasnya.

Pasalnya tegas Sofyan, tidak mungkin mereka terus bertahan di seputaran Pasar Kampung Lalang. Selain jumlah personel mereka terbatas, juga masih ada lagi kawasan yang akan ditertibkan, termasuk seputaran pasar tradisionil  lainnya karena rentan dengan kemacetan.

Di samping itu Sofyan berharap agar OPD terkait, seperti Dinas Perhubungan Kota Medan juga menurunkan personel untuk menertibkan pengemudi becak dayung maupun bermotor yang suka parkir sembarangan di seputaran Pasar Kampung Lalang karena ikut memicu terjadinya kemacetan, termasuk angkutan kota (angkot) yang seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang.

Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved