Luckin Coffee, Ide Kopi Senilai Rp 50 Triliun

Pada April 2019 Luckin Coffee mendapatkan suntikan dana baru USD 150 Juta (sekitar Rp 21.3 Triliun) untuk ekspansi usaha

Luckin Coffee, Ide Kopi Senilai Rp 50 Triliun
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Penasehat Investasi sekaligus Pemegang Rekor MURI, Darmin SE. MBA, CIMBA, Perkembangan hari perdana IPO saham Luckin Coffee naik tertinggi USD 25 sekitar 50 persen dan harga penutupan hari perdana transaksi IPO di USD 20.38 (sekitar Rp 289.000) kenaikan 19.9 persen. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- "Dalam era perkembangan teknologi super canggih semakin terbuka mata dan pemikiran kita suatu ide yang didukung dengan kekuatan pasar modal dan eksekusi yang baik memberikan pencapaian spektakuler dalam waktu yang singkat," ujar Penasehat Investasi sekaligus Pemegang Rekor MURI, Darmin SE. MBA, CIMBA, Senin (17/6/2019).

Darmin mengatakan,Profesional Wanita Ms. Jenny Zhiya Quan (tamatan MBA Peking University) dan CEO Rental Mobil Lu Car. INC. di Kota Xiamen Provinsi Fujian China mendapatkan ide peluang bisnis jualan kopi dengan aplikasi bagi segmen pelanggan sibuk yang tidak punya waktu untuk antre panjang membeli kopi di Starbuck China.

Ide tersebut didukung oleh bossnya pemegang saham di Grup Rental Mobil Lu Car. Inc. yakni Mr Charles Zheng Yao Lu dan beberapa investor awal atau startup dengan mengumpulkan dana investasi pembukaan Luckin Coffee di kota Beijing dan Shanghai pada Januari 2018 dan mengundang Mr. Hidenori Izaki World Barista Champion sebagai konsultan dalam design menu dan toko.

Dalam waktu singkat Agustus 2018 hanya delapan bulan didukung promosi yang agresif telah mengembangkan jaringan luas 809 toko Luckin Coffee.

Hal ini berkat dukungan dari Venture Capital (Modal Ventura) global tahap awal 11 Juli 2018 mendapatkan dana USD 20 juta (equivalent Rp 284 Miliar) diantaranya Singapore Government Investment Company (GIC) merupakan salah satu investor.

Perkembangan selanjutnya didukung langkah bisnis strategis dengan tanda tangan kerja-sama dengan Tencent (Konglomerat China) dan Luckin Coffee berhasil sebagai satu-satunya kedai kopi di Beijing Palace Museum.

"Pada April 2019 Luckin Coffee mendapatkan suntikan dana baru USD 150 Juta (sekitar Rp 21.3 Triliun) untuk ekspansi usaha yang agresif 2000 Luckin Coffee di 28 kota di China bandingkan dengan Starbuck Pemimpin Pasar Kopi di China yang buka sejak 1999 sampai saat ini sekitar 20 tahun hanya 3.600 Starbuck di China dimana Luckin target akhir tahun 2019 mencapai 4.500 Luckin Coffee mengalahkan Starbuck," ujar Darmin.

Ia menjelasakan
Luckin Coffee telah menjangkau 16.8 juta pelanggan di Aplikasinya dan omzet tahun 2018 USD 125.3 juta (sekitar Rp 1,8 Triliun) akan tetapi secara operasional masih rugi USD 241 juta (sekitar Rp 3.4 Triliun) dengan prospek bisnis yang disajikan dan dukungan Penasehat Investasi Keuangan dan bisnis yang baik Luckin Coffee berhasil Go-Public atau IPO (Initial Public Offering/ Penawaran saham Perdana ke Publik) dan diperdagangkan saham di Nasdaq Bursa saham USA 17 Mei 2019 dengan harga USD 17 Per saham (sekitar Rp 241.400) menawarkan 33 juta lembar saham meraup dana USD 561 juta (sekitar Rp 7.97 Triliun) dengan Market Capitalization atau nilai perusahaan berdasarkan harga saham dikalikan total saham sekitar USD 4 Miliar (sekitar Rp 56.8 Triliun).

"Perkembangan hari perdana IPO saham Luckin Coffee naik tertinggi USD 25 sekitar 50 persen dan harga penutupan hari perdana transaksi IPO di USD 20.38 (sekitar Rp 289.000) kenaikan 19.9 persen," ucap Darmin.

Dalam hal ini, kata Darmin, pelajaran penting bagi pebisnis adalah
ide dengan dukungan pemodal yang kuat sangat penting sebab akan memberikan daya tahan dalam perjalanan bisnis. Sebaiknya, manfaatkan jasa penasehat investasi keuangan yang memiliki jaringan dukungan dana dan Relasi yang luas.

"Kemajuan Teknologi Multimedia dengan aplikasi yang interaktif dalam waktu singkat bisa menjangkau basis pelanggan yang luas dan besar. Beranilah gunakan jasa ahli di bidangnya untuk perkembangan bisnis dan eksekusi yang baik. Manfaatkan pasar modal untuk pendanaan modal jangka panjang dan jumlah besar dalam mempercepat perkembangan bisnis," ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved