Lucky Tribe, Kembalikan Kejayaan Hip Hop Medan

Koordinator Komunitas di Even Lucky Tribe Medan, Bembeng, mengatakan memberikan wadah bagi anak Hip Hop bereksperesi menjadi bagian penting.

Lucky Tribe, Kembalikan Kejayaan Hip Hop Medan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Penampilan peserta Hip Hop competation yang dilaksanakan okeh Lucky Tribe Medan di Pantaran Pondok Mansyur, Jalan Dr. Mansyur, Padang Bulan Selayang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hip Hop atau sering disebut Rap saat ini menjadi salah satu kegiatan yang amat digandrungi oleh anak muda Medan, hal tersebut terbukti dari begitu banyaknya komunitas Hip Hop di Medan, sebut saja One Voice, Gendang Mulut, Semut Beat Box dan masih banyak lagi.

Maraknya pelaku Hip Hop di kalangan muda di tangkap Lucky Tribe sebagai momen yang tidak dapat dilewatkan begitu saja, Koordinator Komunitas di Event Lucky Tribe Medan, Bembeng, mengatakan memberikan wadah bagi anak Hip Hop bereksperesi menjadi bagian penting adalah event kali ini.

Lucky Tribe sendiri merupakan wadah sekaligus ajang para anak komunitas, untuk berkreatifitas dan mengembangkan bakat serta kemampuan di basecamp yang telah tersedia, sehingga Lucky Tribe mendukung pergerakan anak Hip Hop Medan dengan mengadakan kompetisi antar komunitas.

Bertempat di Lantaran Pondok Mansyur Jalan Dr. Mansyur, Padang Bulan Selayang I, Kec. Medan Selayang, puluhan komunitas Hip Hop dengan gaya yang unik dan nyentrik hadir dalam kompetisi Rap untuk unjuk kemampuan.

"Untuk kompetisi Rap kali ini diikuti oleh 20 grup atau komunitas, kenapa kita buat per komunitas karena Rap itu identik dengan 2 hingga 3 orang, tapi kita tidak melarang bagi yang ingin ikut secara individu, karena ada juga yang solo," katanya

Dari 20 grup Rap tersebut, Kata Bembeng akan dipilih 8 grup terbaik untuk kembali menampilkan bakat dan karyanya, untuk merebut juara 1,2, dan 3. Bukan sembarang lomba, kompetisi Rap kali ini juga di hadiahi utang tunai jutaan rupiah.

"Untuk juara satu hadiahnya 3 juta, juara 2 dua juta dan 3 satu juta, dan untuk pemilihan juri dipilih yang memang berkompeten dibidangnya seperti Lilyo, Wisnu Bangun dan lainnya," katanya.

Sebelum memulai granfinal, para peserta juga berkesempatan mendapatkan coacing klinik dari para juri tentang bagaimana menulis lirik lagu Hip Hop yang baik dan enak didengar.

Wisnu Bangun, sebagai salah satu pemateri mengatakan bahwa hip hop merupakan musik paling fleksibel sebab Hip Hop dapat disesuaikan dengan karakter suara si penyanyi.

"Setiap karya punya proses, dan proses itu harus dihargai, karena selera orang juga beda-beda," katanya

Seorang peserta coacing clinic yang mewakili Berita Hip-hop Medan mengatakan bahwa komunitas ataupun anak-anak Hip Hop Medan harus mampu mengembalikan Kejayaan Hip Hop Medan.

"Mari kita bersatu kembalikan kejayaan Hip Hop Medan," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved