Pemuda Nias di Medan Dirikan Organisasi Peduli Pendidikan, Sosial dan Budaya

Organisasi yang dibentuk itu ialah GEPPSIB Nias, yang merupakan kepanjangan dari Gerakan Peduli Pendidikan Sosial dan Budaya Nias.

Pemuda Nias di Medan Dirikan Organisasi Peduli Pendidikan, Sosial dan Budaya
TRIBUN MEDAN/HO
Musyawarah besar anggota GEPPSIB dalam menyusun konsep kegiatan positif membangun pendidikan, sosial dan budaya di Nias. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pemuda asal Nias yang bermukim di Kota Medan tampaknya menyadari betul pendidikan yang ditempuh jauh-jauh seyogyanya memiliki tanggung jawab untuk daerah.

Oleh karenanya Yohannes Waruwu dan kawan-kawan, mendirikan organisasi kepemudaan.

Organisasi yang dibentuk itu ialah GEPPSIB Nias, yang merupakan kepanjangan dari Gerakan Peduli Pendidikan Sosial dan Budaya Nias. GEPPSIB didirikan 29 Mei 2019.

"Organisasi ini merupakan organisasi ono niha (anak Nias) yang rindu dan mau berbuat untuk daerahnya, NIA," ujar Yohannes.

Organisasi ini didirikan oleh 10 orang pemuda-pemudi Nias yang berada di Kota Medan. Organisasi ini sebelumnya hanya komunitas perkumpulan anak muda saja.

"Jadi ini adalah bentuk semangat dan kerinduan untuk berbuat bagi daerah kami. komunitas ini membentuk sebuah organisasi," sambung mahasiswa semester IV di Universitas Nomensen, Medan.

Sehari setelah dibentuk, 30 Mei 2019, GEPPSIB melaksanakan musyawarah besar anggota, dengan anggota pertama berjumlah 22 orng. Sesuai dari pondasi nama organisasinya, GEPPSIB fokus meningkatkan pendidikan, sosial dan budaya Nias.

"Jadi nanti kita bagaimana turun ke adik adik kita di Nias dengan memberikan pengetahuan dan ilmu baru yang kita peroleh selama mengentaskan pendidikan di Kota Medan.

Organisasi yang diisi mayoritas mahasiswa yang berusia di bawah 25 tahun ini mulai berkembang. Bahkan dikatakan Yohannes, saat ini teman temannya bertambah menjadi 61 orang.

Ia pun berharap organisasi yang bertujuan mulia ini dapat langgeng. Dan yang terpenting, imbuhnya, adalah bagaimana bisa berbuat untuk daerah sebab meski ilmu tinggi diperoleh di kota besar namun tak menghasilkan apa apa untuk kampung halaman, adalah sia sia.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved