PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998

"Ini pengalaman pribadi tahun 98 di sebuah forum publik di peluncuran bukunya Fadli Zon," kata Hermawan Sulistyo.

PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998
Ambaranie Nadia K.M
PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998. Kepala Pusat Kajian Keamanan dan Nasional Hermawan Sulistyo. 

PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998

TRIBUN-MEDAN.COM - Polri telah menetapkan tersangka kepada Mayjen (Purn) Kivlan Zen, dan beberapa desersi TNI dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap beberapa tokoh nasional.

Kivlan menjadi tersangka makar dan kepemilikan senjata api.

Kivlan tengah menjalani penahanan di Rutan POM Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, selama 20 hari.

Polisi merilis peran tersangka Kivlan Zen dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan berencana terhadap 5 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Peran Kivlan terungkap dari keterangan para saksi, pelaku, dan sejumlah barang bukti lain.

Pertama, Kivlan diduga berperan memberi perintah kepada tersangka HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

Kivlan memberikan uang Rp 150 juta kepada HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

Setelah mendapatkan 4 senjata api, Kivlan diduga menyuruh HK mencari lagi satu senjata api.

Kivlan juga diduga berperan menetapkan target pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved