PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998

"Ini pengalaman pribadi tahun 98 di sebuah forum publik di peluncuran bukunya Fadli Zon," kata Hermawan Sulistyo.

PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998
Ambaranie Nadia K.M
PENGAKUAN Prof Hermawan jadi Target Pembunuhan Tim Kivlan Zen saat Jabat Kepala Staf Kostrad 1998. Kepala Pusat Kajian Keamanan dan Nasional Hermawan Sulistyo. 

"Terus kenapa berhenti usahannya?" ucap Hermawan Sulistyo.

"Saya dicopot," imbuhnya kembali meniru Kivlan Zen.

Hermawan Sulistyo menegaskan hal tersebut adalah masa lalu dan saat ini keadaan sudah berubah.

"Tapi beliau bilang itu dulu," jelas Hermawan Sulistyo.

"Sekarang sudah lain," tambahnya.

Ia menjelaskan di acara peluncuran buku Fadli Zon kala itu, dirinya dan Kivlan Zen berperan sebagai pembicara.

"Saya pembicara waktu itu," tuturnya.

Aiman seolah tak percaya, ia mengatakan bisa saja pernyataan Kivlan Zen soal rencana pembunuhan itu hanya candaan semata.

Namun Hermawan Sulistyo menyakini hal tersebut benar adanya.

"Bukan bercanda?" tanya Aiman.

"Enggak kok, di ruang publik kok," jawab Hermawan Sulistyo.

"saya memang tahu saat itu saya dicari-cari," tambahnya.

Saat ditanya motivasi Kivlan Zen berniat membunuh Hermawan Sulistyo, aktivis 98 itu hanya tertawa.

"Engga tahu kok saya penonton innoncent," kata Hermawan Sulistyo.

"Tanya Kivlan lah," tambahnya.

Pada akhir dialog, Aiman sempat meragukan pengakuan Prof Kiki.

''Masak seorang Kepala Staf Kostrad tidak menemukan Pak Hermawan dalam waktu sebulan?'' tanya Aiman.

Hermawan mengatakan ada tiga hal yang dilakukan hingga akhirnya Kivlan dicopot dari jabatannya dan misinya membunuh Hermawan tidak terwujud.

''Saya tanya kenapa menjadikan saya sebagai TO?, Kivlan mengatakan saya diperintah.'' 

''Kivlan mengaku anak buahnya tidak menemukan alamat saya tidak ditemukan. Memang saat reformasi saya menyembunyikan alamat saya.'' 

''Kedua saya melakukan kerja-kerja klandestein malam hari, saya bergerak bersama mahasiswa malam hari. siang hari bikin statemen-statemen publik.''

''Yang ketiga hidup saya katanya gak ada polanya. Ditunggu atau akan dicegat di seminar ini, ehh tahu-tahunya ke seminar lain.''

''Satu bulan, akhirnya berhenti setelah Kivlan dicopot.''     

 INI VIDEONYA:

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sebut Kivlan Zen Jujur Mau Membunuhnya, Hermawan Sulistyo: Pengakuan di Peluncuran Buku Fadli Zon 
Penulis: Rr Dewi Kartika H 

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved