Polri Terus Dalami Aliran Dana 150 Ribu Dolar Singapura kepada Kivlan Zen, Ini Pengakuan 3 Tersangka

Polda Metro Jaya terus mendalami aliran uang sebesar 150 ribu Dolar Singapura dari tersangka Habil Marati, politikus PPP, kepada tersangka Kivlan Zen

Polri Terus Dalami Aliran Dana 150 Ribu Dolar Singapura kepada Kivlan Zen, Ini Pengakuan 3 Tersangka
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen di Polda Metro Jaya, Jumat (14/6/2019) kemarin. 

Adapun keempat tokoh nasional itu adalah Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Sedangkan pimpinan lembaga survei yang turut menjadi target operasi pembunuhan adalah Direktur Eksekutif Charta Yunarto Wijaya.

Habil Marati dan Kivlan Zen
Habil Marati dan Kivlan Zen (Kolase Foto/Kompas TV/Tribunnews)

Berikut testimoni 3 tersangka eksekutor;

H Kurniawan alias Iwan

HK alias Iwan adalah leader dari para eksekutor yang berencana menembak mati empat tokoh nasional dan bos lembaga survei.

“Saya diamankan polisi pada 21 Mei 2019 terkait ujaran kebencian, kepemilikan senjata api, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya, yang saya hormati dan saya banggakan, yaitu Bapak Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen,” ujarnya.

“Di mana pada bulan Maret, saya dan saudara Tajudin disuruh datang ke Kelapa Gading oleh Kivlan Zen,” imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, Iwan mengaku diberi uang Rp 150 juta untuk pembelian senjata laras panjang dan laras pendek.

Uang itu diserahkan dalam bentuk dolar Singapura, dan langsung ditukarkan ke money changer oleh Iwan.

Iwan kemudian membeli empat pucuk senjata. Namun, senjata yang ia beli ternyata tidak sesuai ekspektasi Kivlan Zen, yang kemudian memerintahkan kembali Iwan untuk mencari satu senjata lagi.

Tajudin alias Udin

Tak jauh berbeda, Tajudin alias Udin juga mengaku diperintahkan oleh Kivlan Zen untuk membunuh empat tokoh nasional.

“Saya mendapatkan perintah dari Bapak Mayjen Purn Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan, untuk menjadi eksekutor penembakan target atas nama Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere,” ucap Tajudin.

Tajudin mengaku mendapat uang tunai total Rp 25 juta untuk rencana pembunuhan tersebut.

Uang itu diberikan Kivlan Zen melalui HK alias Iwan.

Ia pun mengakui adanya rencana penembakan menggunakan senjata laras panjang dan laras pendek terhadap para tokoh nasional tersebut. “Senjata itu saya peroleh dari HK alias Iwan,” kata Tajudin.

Pengakuan Irfansyah

Tersangka Irfansyah juga mengakui diperintahkan Kivlan Zen untuk membunuh seseorang.

Target Irfansyah adalah Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Mantan prajurit Linud 100 Medan, Sumatera Utara, itu mengungkapkan, dua hari setelah pencoblosan Pemilu (17/4/2019), ada telepon dari Azwarmi alias Armi, ajudan Kivlan Zen. Irfansyah disuruh untuk menemui Kivlan Zen di masjid Pondok Indah.

Dalam pertemuan itu, Kivlan mengeluarkan ponsel dan menunjukkan alamat serta foto target pembunuhan. Sang target pembunuhan itu adalah Yunarto dari lembaga survei.

“Kemudian bicara sama saya, “Coba kamu cek alamat ini. Nanti kamu foto dan videokan. Nanti saya kasih operasional Rp 5 juta, cukuplah untuk bensin dan makan dan uang kendaraan’,” ungkap Irfansyah menirukan ucapan Kivlan.

Irfansyah juga mengaku diberi janji menggiurkan oleh Kivlan jika misi pembunuhan Yunarto berhasil dilaksanakan. Bukan cuma jaminan tanggungan hidup istri dan anak sang eksekutor, tapi juga liburan ke mana pun yang diinginkan Irfansyah.

“Beliau berkata lagi, “Kalau nanti ada yang bisa eksekusi, nanti saya jamin anak dan istrinya serta liburan ke mana pun”,” ucap Irfan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Periksa Kivlan Zen, Polisi Telisik Aliran Dana 15 Ribu Dolar Singapura dari Habil Marati

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved