Sidang Prapid Kasus SKP2 Mujianto tak Kunjung Digelar, Humas Sebut Sudah Panggil Kejagung

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI selaku termohon I dan Polda Sumut selaku turut termohon tak kunjung hadir dalam persidangan.

Sidang Prapid Kasus SKP2 Mujianto tak Kunjung Digelar, Humas Sebut Sudah Panggil Kejagung
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tim Kuasa Hukum Penggugat Armen Lubis, Law Office Arizal mendatangi Kantor PN Medan dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum nomor perkara 161/Pdt.G/2019/PN Mdn dengan tergugat satu Kejati Sumut, tergugat dua Kejaksaan Agung RI dan Presiden RI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hakim tunggal Ali Tarigan kembali menunda sidang praperadilan (prapid) terhadap Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) Miliarder Mujianto di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (17/6/2019)

Pasalnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI selaku termohon I dan Polda Sumut selaku turut termohon tak kunjung hadir dalam persidangan.

Sidang yang berlangsung di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan tersebut, hanya dihadiri oleh utusan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) selaku termohon II.

"Karna dari termohon I dan turut termohon tidak hadir, sidang kita tunda dan dilanjutkan pada Senin tanggal 8 Juli 2019," ucap Hakim Ketua Ali Tarigan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tim kuasa hukum pemohon Armen Lubis, Samsir mengaku legowo atas penundaan tersebut.

"Kita tunggulah nanti tanggal 8 Juli, kami berharap Kejagung dapat hadir untuk bisa segera menyelesaikan perkara ini," ungkapnya.

Sementara, Jaksa perwakilan Kejati Sumut, Randi Tambunan mengaku siap bila seandainya sidang tanpa dihadiri oleh Kejagung. "Mereka (pemohon) maunya hadir semua, tidak mau di subtitusi. Kalau kami (Kejatisu) siap ajanya tanpa kehadiran Kejagung, karna pada intinya sama-sama kejaksaan," bebernya.

Terpisah, Humas PN Medan, Jamaluddin menanggapi ketidakhadiran bahwa PN Medan telah melakukan segala upaya pemanggilan.

"Kita sudah dua kali melakukan pemanggilan. Apakah surat pemanggilan itu sudah kembali dua kali, itu sudah bisa diambil sikap oleh pihak pengadilan. Apakah itu dilanjutkan atau dipanggil sekali lagi, terakhir tiga kali," ungkapnya.

Namun, kata Jamaluddin lagi, apabila termohon yang dipanggil tidak kembali relaas pemanggilannya, maka sidang belum bisa dilanjutkan. "Karna sahnya persidangan itu, dasarnya adalah pemanggilan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved