Debat Panas MK, Tuding Dramatisasi Soal Perlindungan Saksi, BW: Tak Pantas Dilakukan Luhut

Bambang Widjojanto menyampaikan keberatannya terkait dengan tuduhan drama dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres

Debat Panas MK, Tuding Dramatisasi Soal Perlindungan Saksi, BW: Tak Pantas Dilakukan Luhut
Youtube Kompas TV
Bambang Widjojanto dalam sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perdebatan alot terjadi saat pengacara tim Prabowo-Sandi dan tim pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Bahkan Ketua Pengacara Bambang Widjojanto (BW) menyampaikan keberatannya terkait dengan tuduhan drama dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

"Ada pernyataan yang sebenarnya tidak tepat. Ini drama yang seperti ini Ketua. Jadi jangan bermain-main drama di sore hari yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang bernama Luhut," kata Bambang Widjojanto menuding Luhut Pangaribuan seperti yang ditanyangkan live dalam channel YouTube Kompas TV, Selasa (18/6/2019).

Pada saat ini persidangan membahas perlu tidaknya perlindungan saksi saat bersaksi di MK yang diminta tim Prabowo-Sandi.

Luhut kemudian membalas secara pribadi kepada Bambang Widjojanto, dia menuding yang bersangkutan tidak hormat kepada seniornya.

"Saudara Bambang ini tidak hormat kepada seniornya. Saya tadi tidak memotong dia berbicara. Dan saya tidak drama. Yang mau saya katakan adalah jangan kita mendramatisasi sesuatu yang tidak ada," balas Luhut.

Hakim Ketua Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi di Jakarta, hari Jumat, 14 Juni 2019.
Hakim Ketua Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi di Jakarta, hari Jumat, 14 Juni 2019. (Foto: AP)

Bambang pun kemudian menyatakan keberatan dengan kalimat dramatisasi yang dilontarkan Luhut.

"Saya keberatan dengan kata-kata dramatisasi itu pak Hakim," kata Bambang.

Namun Luhut kembali lagi mengatakan kalau ada gugatan betul-betul ada sampaikan pada persidangan di MK sehingga masyarakat luas bisa mengetahui hasilnya.

Framing Permintaan Perlindungan Saksi MK

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved