NEWS VIDEO: Tabur Benih Ikan, Unsur Pimpinan HKBP Ajak Jemaat Jaga Kebersihan Danau Toba

Penaburan dipimpin langsung pejabat HKBP, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Anna Ch Vera Pangaribuan dan rombongan.

NEWS VIDEO: Tabur Benih Ikan, Unsur Pimpinan HKBP Ajak Jemaat Jaga Kebersihan Danau Toba
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Unsur pimpinan organisasi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tabur benih ikan di Perairan Danau Toba, Wilayah Samosir, Kecamatan Simanindo, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Unsur pimpinan organisasi gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengadakan penaburan benih ikan di Perairan Danau Toba, Wilayah Samosir, Kecamatan Simanindo, Selasa (18/6/2019).

Penaburan dipimpin langsung pejabat HKBP, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Anna Ch Vera Pangaribuan dan rombongan.
 

Pdt Anna Ch Vera Pangaribuan mengaku prihatin dengan kondisi Danau Toba saat ini. Air sudah tercemar dan hutan-hutan penyangga Danau Toba semakin gundul, bahkan kehidupan masyarakatnya semakin miskin meski alamnya kaya.
 

"Yang menginspirasi kami melakukan penaburan benih ikan ini karrena keprihatinan kami. Dimana air sudah tercemar, pohon-pohon sljuga sudah semakin banyak berkurang. Kehidupan masyarakat juga semakin miskin, bukan semakin maju",jelasnya.

Dia berharap kehadiran Unsur HKBP di Danau Toba bisa semakin membawa kebaikan di Danau Toba. Ikan yang ditabur disebutnya 70 ribu ekor benih ikan jenis mujahir dan ikan mas.
 

Selanjutnya, pada 5 Juli 2019 mendatang akan dilakukan lagi penaburan 100 ribu benih ikan. Pada kegiatan mendatang sekaligus direncanakan diskusi panel bersama mentri lingkungan hidup dan kehutanan di Kabupaten Tobasa terkait kerusakan Danau Toba dan hutan penyangganya.
 

Menurutnya, Danau Toba saat ini kondisinya semakin parah. Dipenuhi sampah, limbah hingga airnya tak lagi dapat dikonsumsi.

"Baunya pun sudah tidak sedap, jadi himbauan kami kepada jemaat HKBP di Kawasan Danau Toba supaya tidaklagi mengotori dan merusak air Danau Toba ini",jelasnya.
 

Pdt Anna mengaku gelisah dengan keberadaan keramba-keramba jaring apung di Danau Toba terlebih milik perusahaan asing, PT Aquafarm Nusantara yang kini berganti nama menjadi Regal Springs. Baginya, keberadaan KJA tersebut sudah sangat mengganggu ekosistem Danau Toba.
 

"Tolonglah para pengusaha, PT Aquafarm Nusantara ramah lingkungan. Ini terlalu mengeksploitasi",sebutnya.
 

Sementara itu Mangaliat Simarmata pegiat lingkungan dari Jendela Toba yang terlibat penaburan benih ikan menyampaikan hal serupa. Saat ini Danau Toba sudah tinggi tingkat kerusakannya.
 

Selain rusaknya air Danau Toba, hutan-hutan penyangga Danau Toba juga hancur hingga mengakibatkan longsordan menelan korban jiwa. Dia berharap agar Pemerintah benar-benar serius mencegah kerusakan serta bertindak tegas terhadap perusak lingkungan.

"Oleh karena itu saya sangat berharap pemerintah dengan tegas memenuhi janji-janjinya",kata Mangaliat yang juga pegiat Geopark Kaldera Toba ini.
 

Seperti beberapa waktu lalu, pemerintah berjanji menindak tegas perusahaan perusak lingkungan di Danau Toba yakni PT Aquafarm Nusantara dan lainnya. Namun kata Mangaliat tidak terealisasi.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved