TRIBUNWIKI

TRIBUN WIKI: Kantor Dinas Periwisata Medan dahulunya Tempat Freemasionry Beribadah

Freemasionry merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya.

TRIBUN WIKI: Kantor Dinas Periwisata Medan dahulunya Tempat Freemasionry Beribadah
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Ruangan Aula Dinas Pariwisata Kota Medan merupakan bekas ruang ibadah Freemason, Ken U Zelven Dalam pengertian Ken U Zelfen (Bahasa Belanda) ialah kenalilah dirimu. Kantor ini beradaa di Jalan, Prof HM Yamin Sh No40, Gg Buntu, Kec Medan Timur, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kantor Pariwisata Kota Medan yang terelak di Jalan, Prof. HM. Yamin Sh No.40, Gg. Buntu, Kec. Medan Timur, Kota Medan. Ternyata kantor tersebut merupakan bekas gedung tempat Freemasionry melakukan aktifitas beribadah pada zaman Hindia Belanda, hari Selasa (18/6/2019).

Dapat diketahui bahwa Freemasionry merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya.

Organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun.

Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi.

Banyak dugaan gerakan kebebasan berpikir dan anti dogma (terutama terhadap agama) ini sudah ada sejak sebelum abad pertengahan. Bukti ini didapatkan dari ditemukannya manuskrip dari sebuah perusahaan bangunan Inggris.

Manuskrip itu berisi konstitusi dan aturan-aturan organisasi, landasan hukum, serta hak dan kewajiban anggota.

Data-data ini yang di kemudian hari merupakan dasar pembentukan organisasi yang digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan hingga saat ini.

Bagian depan Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan, melambangkan sepasang tiang Boaz dan Jachin menurut Freemason.
Bagian depan Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan, melambangkan sepasang tiang Boaz dan Jachin menurut Freemason. (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)

Selanjutnya, bagi Anda yang penasaran tentang kebenaran Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan merupakan bekas tempat beribadah freemason pada Zaman Hindia Belanda. Anda bisa melihat langsung dan hadir langsung ke kantor tersebut.

Karena masih banyak peninggalan-peninggalan Freemason di kantor tersebut. Satu di antaranya pintu masuk depan kantor Dinas Pariwisata Medan, di atas pintunya terdapat kalimat "LOGE DELI".

Loge atau Loji merupakan bahasa Belanda dengan pengertian rumah pertemuan Vrijmetselarij atau Freemasonry atau tempat beribadah Freemason. Selanjutnya terdapat tiang kanan dan kiri. Maksud dari tiang tersebut dari Freemason ialah berupa pasangan tiang Boaz dan Jachin. bahawa tiang Boaz bermakna Kekuatan dua orang raja yang paling berpengaruh dalam merancangkan dan mendirikan tempat peribadatan Yahudi.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved