Yakinkan Hakim MK Jawab Gugatan, Yusril Kutip Surah An-Nisa 135: Jadilah Kalian Penegak Keadilan

Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum pasangan 01 Joko Widodo dan Maruf Amin mengutip terjemahan surah An Nisa ayat 135

Yakinkan Hakim MK Jawab Gugatan, Yusril Kutip Surah An-Nisa 135: Jadilah Kalian Penegak Keadilan
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Tim Hukum Joko Widodo - Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra hadir dalam sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

Ayat yang diukir dalam aksara Arab tanpa terjemahan berwarna abu-abu gelap tersebut tampak menonjol dengan marmer yang berwarna abu-abu terang.

Di sudut sebelah kiri bawahnya tercantum juga ukiran yang memuat keterangan terkait Surah An Nisa ayat 135 tersebut.

Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono, mengatakan ukiran ayat tersebut baru dipasang saat bulan Ramadan tahun ini.

Ayat tersebut dipasang karena menurut Fajar, ruangan tersebut kerap digunakan untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

Fajar juga menjelaskan, ayat tersebut dipilih karena filosofinya.

"Itu ayat soal keadilan yang tentu sejalan dengan esensialitas dan eksistensialitas Mahkamah Konsitusi sebagai lembaga peradilan," kata Fajar saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Selasa (18/6/2019).

Ketika ditanya, siapakah yang memberikan saran untuk membuat kaligrafi tersebut, Fajad mengatakan hal tersebut berdasarkan arahan pimpinan Mahkamah Konstitusi.

"Tentu dipasang atas persetujuan dan arahan Pimpinan," kata Fajar. 

Gugatan Tak Jelas dan Kabur

Sementara itu seperti yang dikutip dari Kompas.com, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menyebut permohonan sengketa pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi tidak jelas atau kabur (obscuur libel).

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved