Laporannya Ditolak Propam, Begini Kesaksian Yurino yang Mengaku Diancam Mau Ditembak Oknum Polisi

Keributan antara Yurino dengan oknum polisi yang belakangan diketahui bernama Amir Harahap ini terjadi pada Sabtu,

Laporannya Ditolak Propam, Begini Kesaksian Yurino yang Mengaku Diancam Mau Ditembak Oknum Polisi
Youtube.com/Tribun MedanTV
Oknum polisi yang mengancam akan menembak warga di Tanjungmorawa. 

TRIBUN-MEDAN.com- Yurino (52) warga Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang mengaku kecewa dengan kinerja Propam Polda Sumut.

Hal ini lantaran niatnya untuk melaporkan oknum polisi yang diduga sempat mengancam dirinya dengan pistol ditolak oleh pihak Propam.

Keributan antara Yurino dengan oknum polisi yang belakangan diketahui bernama Amir Harahap ini terjadi pada Sabtu, (15/6/2019).

Lokasinya tepat di depan rumah toko (Ruko) Yurino di Jln Pahlawan Tanjung Morawa dan sempat tersebar luas di media sosial.

Baca: Laporan Yurino Ditolak Propam Polda Sumut, Korban Pengancaman dengan Senjata Api

Persoalannya gara-gara parkir mobil dimana Amir memarkirkan mobilnya sembarangan di depan rumah Yurino.

"Kemarin saya datang ke Propam Polda Sumut. Tapi sampai sana dibilang petugasnya harus jelas dulu nama dan pangkat polisinya dan tugas di mana. Saya kemarin belum tau dia tugas di mana. Paling sekitar 10 menit saja saya datang ke sana karena ditanya mereka seperti itu saya ya tidak tahu lah. Ya kecewa juga memang,"ujar Yurino Rabu, (19/6/2019).

Saat berada di kantor Propam ia menyebut petugas juga sebenarnya sudah mengetahui video keributan yang tersebar dan sengaja ia rekam. Menurutnya apa yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut sudah sangat keterlaluan karena dengan sombongnya mengacungkan senjata dan mengarahkan ujung pistol ke dadanya dengan jarak sekitar 1,5 meter. Ia menyebut melaporkan yang bersangkutan karena berharap agar tidak ada korban lainnya dikemudian hari.

"Sama teman saya ke Propam kemarin. Disebut kalau mau melapor harus tau nama polisinya, pangkatnya apa, tugasnya di mana hingga saksinya siapa. Katanya mereka tanya seperti itu karena mereka enggak punya Intel dan orang lapangan seperti Reserse. Terus disuruh juga langsung bawa saksi biar bisa langsung di jemput. Harapan saya harus di proses lah dia karena udah macam dia saja yang punya Indonesia ini, "kata Yurino.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved