Sidang Pembunuhan SPG Popok Bayi Nyaris Ricuh, Keluarga Korban Geram Caci Maki Terdakwa

Lantaran potensi ricuh, sidang berjalan dengan pengawalan extra, tujuh pintu ruang Cakra dikawal ketat pegawai PN

Sidang Pembunuhan SPG Popok Bayi Nyaris Ricuh, Keluarga Korban Geram Caci Maki Terdakwa
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Keluarga korban pembunuhan nyaris pingsan saat agenda mendengarkan vonis terdakwa Sofyan Wahid di ruang cakra PN Binjai, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Terdakwa pembunuhan, Sofyan Wahid kembali disidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai dengan korban SPG Popok Bayi, Indri Lestari (40).

Sidang beragendakan mendengarkan putusan vonis, (40) di Ruang Cakra, Rabu (19/6/2019l

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi Lubis didampingi David Simare-mare dan Tri Syahriawani.

Lantaran potensi ricuh, sidang berjalan dengan pengawalan extra, tujuh pintu ruang Cakra dikawal ketat pegawai PN, polisi dan petugas pengawal tahanan.

Prediksi ricuh pun terjadi. Ketika sidang pembacaan putusan, satu orang keluarga korban, ES tak kuasa menahan kesedihan dan emosi yang berkecamuk hingga melontarkan kata-kata caci maki sambil beranjak keluar ruang sidang.

"Geram kali aku, kejam kaki dibuatnya itu. Mau ku bunuh aja rasanya dia itu kalau boleh," ujar ES yang nyaris pingsan dipapah beberapa keluarga lainnya yang menenangkan.

Akibat kejadian ini, seisi pengunjung PN Binjai menjadi heboh dan berhamburan. Tak berlangsung sampai 15 menit, sidang tetap berjalan aman dan kondusif.

"Saya minta maaf lah sama Bapak Hakim dan semuanya, tadi saya itu khilaf sekali. Keram semua badan saya tadi, sampai mau saya lompati tadi itu ke depan. Namanya keluarga jadi korban sadis kali begini pasti sakit kali rasanya. Baru ini lah saya berani masuk ke ruang sidang saya kuat-kuatkan diri saya,"ujar

Diketahui, korban yang berstatus janda anak satu ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (21/10) lalu. Hasil otopsi, jenazah korban yang merupakan Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara ini ditemukan luka tusukan di sekujur tubuhnya‎.

Polisi berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap Sofyan pada malam harinya. Hanya saja, sebilah pisau atau benda tajam tidak didapat polisi saat menangkap Sofyan Wahid.

Diketahui korban dan terdakwa masing-masing belum menikah. Terdakwa mengaku lajang, korban mengaku gadis. Namun, korban dan terdakwa mengaku sudah pernah masing-masing berkeluarga.

Sofyan Wahid mengaku belum pernah menjajaki sampai hubungan intim. Terdakwa mengaku tidak pernah berhubungan suami istri dengan korban.

Namun, belakangan, terdakwa mengaku dihubungi korban untuk datang pagi harinya. Kepada majelis, terdakwa mengaku sudah tidak berpacaran lagi dengan korban. Tepatnya 6 bulan sebelum pembunuhan sadis terjadi.

Terdakwa dan korban menjalin hubungan berpacaran karena dijanjikan untuk menikah. Oleh korban, janji menikahi terdakwa ketika utang tebusan emas mamaknya lunas.

Terdakwa dan korban sempat mesra kembali. Terdakwa dan korban tinggal di sebuah rumah, Perumahan Royal Wahidin sekitar 4 sampai 5 bulan. Setelah ketemu‎ hingga tiba di Komplek Perumahan Roya Wahidin, menurut terdakwa, korban meminta uang Rp2 juta.

Mendengar itu, menurut terdakwa, korban emosi. Korban langsung mengambil pisau dari laci, dan terjadi cek-cok.

Sofyan Wahid berdalih luka tikam lima kali pada bagian leher, dada, punggung, perut hingga kemaluan itu tak sengaja. ‎Setelah melukai, kepala korban dibenturkan ke lantai oleh terdakwa sebanyak tiga kali karena emosi.

Sontak terjadi keributan yang mengundang warga datang. Terlebih, korban menjerit minta tolong. Namun oleh terdakwa menjawab dengan tenang tidak terjadi apa-apa saat kerumunan warg‎a sekitar datang. Saat itu korban sudah meninggal dunia di ruang tamu.

Setelah korban dipastikan tewas dengan memegang denyut nadi tangan kiri, terdakwa kemudian pergi meninggalkan TKP. Sepedamotor jenis metik milik korban dilarikan.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved