Suami Istri jadi Kurir Sabu Divonis 12 Tahun Penjara, Cut Ariyati Tak Kuasa Menahan Tangis

Sepanjang perjalanan menuju Rutan PN Medan dari Cakra 9 Kartika masih terus tak kuasa menahan tangisnya.

Suami Istri jadi Kurir Sabu Divonis 12 Tahun Penjara, Cut Ariyati Tak Kuasa Menahan Tangis
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Istri Kurir Sabu 700 gram Cut Ariyati tak kuasa menahan tangis saat divonis bersama suaminya Muhammad Iqbal (45) dengan hukuman 12 tahun penjara, Rabu (19/6/2019) di Pengadilan Negeri Medan. 

TRIBUN-MEDAN, MEDAN - Istri Kurir Sabu 700 gram Cut Ariyati tak kuasa menahan tangis saat divonis bersama suaminya Muhammad Iqbal (45) dengan hukuman 12 tahun penjara, Rabu (19/6/2019) di Pengadilan Negeri Medan.

Hakim Ketua Syafril Batubara juga menghukum keduanya dengan denda Rp 1 miliar dengan subsider 4 bulan kurungan.

"Dengan ini menyatakan kedua terdakawa Muhammad Iqbal dan Cut Ariyat terbukti secara sah melanggar pidana pidana dalam Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan penjara selama 12 tahun penjara denda Rp 1 Miliar apbila tidak dibayarkan diganti kurungan 4 bulan," tambahnya.

Seketika itu juga, Cut langsung meneteskan air matanya, ia langsung menutup matanya dengan jilbab hitam yang digunakan. Sementara sang suami tampak menenangkan sang istri dan bersikap lebih tenang.

Sepanjang perjalanan menuju Rutan PN Medan dari Cakra 9 Kartika masih terus tak kuasa menahan tangisnya.

Sebelumnya, keduanya dituntut dengan 13 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan atas sabu kepemilikan seberat 700 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan, Septebrina Silaban menjelaskan awal mula kejadian pada 14 November 2018, kedua terdakwa melakukan permufakatan jahat dengan Muhammad Iqbal untuk melakukan tindak pidana menjual narkotika jenis sabu seberat 700.

"Terdakwa Cut sedang ada berada di dalam kamar rumah Jl. Abadi Komp. Perumahan Abadi I No.A Tanjung Rejo bersama sama dengan suami yang mendengarkan langsung adanya seseorang yang menghubungi hp suaminya memberitahukan bahwa ada pembeli," tuturnya.

Ia melanjutkan Iqbal langsung menghubungi calon pembeli dan meminta berjumpa langsung dengan di Petronas Jln. Gagak Hitam. Dan disitu istrinya baru mengetahui bahwa suaminya ada menjual sabu.

"Lalu Iqbal menjelaskan kepada terdakwa bahwa dirinya mengedarkan sabu tersebut karena keadaan ekonomi dan sudah tidak mempunyai uang maupun modal untuk kerja jualan atau mengreditkan barang elektonik. Kemudian terdakwa Cut menyebutkan “Terserah kaulah," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved