Tangisan Ratna Sarumpaet saat Bacakan Nota Pembelaan, Sebut Perbuatan Terbodoh Selama Hidupnya

Tangisan terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet pecah ketika membacakan nota pembelaan atau pleidoi

Tangisan Ratna Sarumpaet saat Bacakan Nota Pembelaan, Sebut Perbuatan Terbodoh Selama Hidupnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto Amien Rais saat jadi saksi di sidang Ratna Sarumpaet dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang digelar di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019) lalu. 

".....kebohongan ini merupakan perbuatan terbodoh yang saya lakukan selama hidup saya". 

-----Ratna Sarumpaet------

/////

TRIBUN-MEDAN.COM -  Tangisan terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna  Sarumpaet pecah ketika membacakan nota pembelaan atau pleidoi pada persidangan yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019). 

Isak tangisnya terdengar jelas ketika membaca satu demi satu kalimat yang ada di kertas kertas pleidoi tersebut.

Terutama ketika dirinya menjelaskan alasannya berbohong. 

"Bahwa kebohongan yang saya buat sama sekali tidak punya motif politik. Jauh dari menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu, dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan SARA, dan sama sekali tidak menimbulkan keonaran di tengah masyarakat," ujar Ratna.

Seketika dia terhenti sejenak.

Dia mengambil nafas membacakan kalimat selanjutnya.

Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet membacakan Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019)
Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet membacakan Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com / Walda Marison.

"Tapi semata-mata (kebohongan) untuk menutupi pada anak-anak saya dalam usia saya yang sudah lanjut, saya masih melakukan operasi plastik, sedot lemak," kata Ratna terbata-bata. 

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved