TERKUAK 3 Alasan KPK, Napi Koruptor Tertentu Diinapkan di Lapas Nusakambangan,Ulik soal Izin Berobat

TERKUAK 3 Alasan KPK, Napi Koruptor Tertentu Diinapkan di Lapas Nusakambangan,Ulik soal Izin Berobat

TERKUAK 3 Alasan KPK, Napi Koruptor Tertentu Diinapkan di Lapas Nusakambangan,Ulik soal Izin Berobat
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
TERKUAK 3 Alasan KPK, Napi Koruptor Tertentu Diinapkan di Lapas Nusakambangan,Ulik soal Izin Berobat 

TRIBUN-MEDAN.COM - TERKUAK 3 Alasan KPK, Napi Koruptor Tertentu Diinapkan di Lapas Nusakambangan,Ulik soal Izin Berobat.

//

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyebutkan alasan pihaknya menginginkan napi kasus korupsi tertentu ditempatkan di Lapas Nusakambangan berkategori 'Maximum Security'.

Baca: Mahfud MD Blak-blakan jika Pasangan Calon Terbukti Kampanye Pakai Uang Negara, Diskualifikasi?

Baca: SIARAN LANGSUNG Link Live Streaming Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK, Jadwal Agenda Saksi 02

Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly, bahwa napi korupsi bukan tipe high risk sehingga tidak bisa ditempatkan di Lapas Super Maximum Security.

"Penempatan di lapas dalam kategori 'Maximum Security' ini diharapkan dapat mengurangi risiko pengulangan tindak pidana korupsi," ujar Febri, kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Alasan pertama adalah pemindahan napi koruptor tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan izin yang diberikan.

Baca: BATAS AKHIR 24 Juni, Pendaftaran Online SBMPTN www.pendaftaran.sbmptn.ac.id, 5 Daftar PTN Diminati

Seperti yang terjadi pada sejumlah napi koruptor yang menyalahgunakan izin untuk berobat.

"Diantaranya penyalahgunaan izin keluar atau berobat," jelas Febri.

Kemudian alasan kedua yakni membatasi kunjungan terhadap napi koruptor agar mereka hanya dikunjungi oleh keluarga inti.

Bahkan kunjungan pun hanya sekadar bertatap muka, tanpa ada kontak fisik antara pengunjung dan napi karena dibatasi penggunaan kaca.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved