P3M, Komunitas Perempuan yang Fokus Sentuh PSK Dengan Kecantikan

PSK diyakini sebagai pekerjaan yang haram dari sudut pandang keagamaan. Namun jika terus dikecilkan, siapa yang memerhatikan para PSK?.

P3M, Komunitas Perempuan yang Fokus Sentuh PSK Dengan Kecantikan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kegiatan menyalon para PSK yang dilakukan Komunitas P3M yang beranggotakan 14 orang di Nibung dan Sambu. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Pekerjaan Seks Komersial (PSK) hingga kini merupakan sebuah istilah yang masih meresahkan masyarakat, memiliki stigma negatif.

PSK diyakini sebagai pekerjaan yang haram dari sudut pandang keagamaan. Namun jika terus dikecilkan, siapa yang memerhatikan para PSK?.

Pengecualian dapat dilihat dari Wilda Wakari, salahsatu eks PSK yang kini menempatkan dirinya di tengah-tengah PSK yang ada di beberapa titik di Kota Medan. Wilda yang dahulu merupakan bagian dari para PSK menyadari betul para wanita yang "tersesat" ini tetap memiliki martabat dan hak azasi manusia.

Bersama dengan temannya Wulandari dan salahseorang teman laki-lakinya Eban Toton Nababan, ketiga membentuk komunitas peduli PSK bernama P3M. P3M merupakan singkatan dari Perempuan Peduli Pedila Medan.

"Pedila adalah Perempuan yang Dilacurkan. Kita bentuk komunitas pada tahun 2012 untuk mengedukasi para PSK, merawat mereka namun bukan berarti kita menyetujui apa yang mereka perbuat," ujar Wilda.

Apa yang dilakukan terhadap para PSK, diyakini Wilda dapat menyentuh mereka dari hati yang terdalam. Berbagai cara dilakukan dengan memberikan kondom untuk mencegah HIV/AIDS, memberikan edukasi, dan merawat kecantikan mereka.

Dikatakannya, saat ini P3M konsen terhadap dua titik hotspot (titik kumpul PSK) yang ada di Kota Medan. Keduanya adalah kawasan Sambu dan Nibung.

"Jadi seminggu saya dua kali ke dua titik hotspot itu. Di Sambu ada sekitar 80 PSK, kemudian di Nibung ada sekitar 70 PSK. Pendekatan kita ke mereka seperti menjaga kecantikan rambut melalui salon, sebelum mendengar keluhannya," ujar wanita kelahiran 1977 ini kepada Tribun Medan, Kamis (20/6/2019).

Sebelumnya, medio 2012-2014, P3M bergerak melindungi para PSK di 80 titik di Kota Medan, tak pelak saat itu ada 850 perempuan penjaja seks yang mereka edukasi. Namun atas keterbatasan, P3M konsen terhadap dua hotspot saja.

"Pada intinya kita memberi edukasi agar mereka ini membekali diri mereka dari virus HIV/AIDS dengan memberikan kondom yang kita peroleh dari Pemprov. Bahkan lebih beruntung jika mereka bisa keluar dari lingkungan itu," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved