Pria ini Ditembak Polantas di Malaysia karena Terobos Lampu Merah, Keluarga Tuntut Keadilan

"Saya menginginkan keadilan bagi putra saya yang mungkin akan cacat seumur hidup,” kata ibu korban.

Pria ini Ditembak Polantas di Malaysia karena Terobos Lampu Merah, Keluarga Tuntut Keadilan
Berita Harian
Polantas tembak pengendara sepeda motor karena terobos lampu lalu merah, membuatnya terancam cacat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Saat berkendara, kita tentunya harus mematuhi segala peraturan lalu lintas. Entah itu kelengkapan surat-suratan, menggunakan pengaman (helm), juga mematuhi peraturan lalu lintas.

Meski begitu, ada saja orang-orang yang melanggar peraturan lalu lintas. Salah satunya yang paling sering, menerobos lalu lintas.

Saat sudah seperti itu, pengendara harus terima jika mendapat hukuman dari polisi lalu lintas. Hukuman biasanya berbentuk denda.

Tapi polisi di Malaysia sepertinya bertindak berlebihan, dengan menembakkan peluru ke bagian tubuh pengendara yang menerobos lampu lalu lintas, membuatnya terancam lumpuh.

Menurut laporan media Malaysiakini, pria itu bernama Mohamad Alif Aiman Anuar berusia 21 tahun.

Alif saat itu berkendara bersama temannya di Jl. Langgar, Alor Setar.

Karena mereka melanggar lalu lintas, polisi menembak tangan kirinya, coba menghentikan sepeda motor yang sedang dikendarai oleh temannya.

Ibu Alif, Hashimah Mahmood, mengatakan bahwa putranya, yang bekerja sebagai tukang ledeng, sekarang dirawat di Rumah Sakit Sultanah Bahiyah dan dia dalam kondisi kritis.

Ia menambahkan, bahwa putranya harus melalui prosedur operasi untuk mengeluarkan peluru dari tangan kirinya.

“Saya dan keluarga mengakui bahwa putra saya bersalah karena coba melarikan diri, mungkin karena temannya tidak memiliki SIM. Saya menginginkan keadilan bagi putra saya yang mungkin akan cacat seumur hidup,” ungkap wanita berusia 49 tahun itu.

Tak sampai di situ, ia menambahkan bahwa petugas polisi juga mengajukan laporan setelah penembakan dan membiarkan Alif yang penuh darah di tempat kejadian.

Selain itu, polisi juga diduga meminta Alif untuk pergi ke rumah sakit dan pergi berobat di klinik sendiri.

Sementara itu, Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kedah, Polisi Mior Farid Al Athrash Wahid mengonfirmasi bahwa insiden itu benar-benar terjadi. (cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved