TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI: Pura Agung Raksa Buana, Satu-satunya Tempat Ibadah Hindu Bali di Kota Medan

Pura Agung Raksa Buana yang terletak di Jalan Polonia No.216, Polonia, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

TRIBUN WIKI: Pura Agung Raksa Buana, Satu-satunya Tempat Ibadah Hindu Bali di Kota Medan
Tribun Medan/Sally
Umat Hindu di Kota Medan saat melaksanakan upacara Pentirraan di Pura Agung Raksa Buana, Jumat(16/3/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada beberapa Tempat beribadah umat Hindu di Kota Medan Sumatera Utara. Seperti, Kuil Sri Mariamman, Kuil Shri Mariamman, Kuil Shri Mariamman Mangkubumi, namun tempat ibadah tersebut merupakan tempat ibadah Hindu yang datang dari negara India, hari Kamis (20/6/2019).

Sementara, Pura Agung Raksa Buana yang terletak di Jalan Polonia No.216, Polonia, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan satu-satunya tempat beribadah Hindu yang datang dari Bali.

Akan tetapi tidak memiliki perbedaan dalam ajaran, baik secara kitab dan sumbernya. Namun yang membedakan hanyalah kegiatan budayanya saja.

Pura Agung Raksa Buana yang merupakan tempat ibadah Hindu Bali memiliki luas tanah 2000 meter persegi. Kemudian, bangunan Pura Agung Raksa Buana berdiri secara permanen pada 16 November 1980.

Setelah itu mengalami renovasi pada 12 November 1994, hingga menjadi tempat yang luas dan megah serta indah. Karena terlihat dari seni ukiran-ukiran batu dari kebudayaan Bali.

Di Pura Agung Raksa Buana terdapat dua tempat yaitu Pura dan Pasraman. Pura merupakan tempat beribadah komunitas Hindu yang ada di Indonesia. Pura berasal dari bahasa Sangsekerta, Pur artinya Benteng, dengan maskud benteng yang membentengi orang lagi sembahyang.

Sedangkan, Pasraman adalah lembaga pendidikan khusus bidang agama Hindu. Lembaga ini merupakan alternatif, karena pendidikan agama Hindu yang diajarkan di sekolah formal dari tingkat sekolah dasar sampai dengan di sekolah tinggi agama Hindu.

Pasraman di Pura Agung Raksa Buana dibuka pada setiap hari minggu pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, untuk anak-anak komunitas Hindu Indonesia yang belajar tentang agama Hindu.

Kalau, Pura Agung Raksa Buana, setiap hari beroperasional 24 jam atau terbuka 24 jam bagi yang ingin melakukan ibadah atau sembahyang.

Selanjutnya, di belakang Pura tersebut dan di bawah tempat Pasraman, terdapat tempat Sime Krame yang merupakan tempat silaturahmi komunitas Hindu Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved