Tribun Wiki

Maha Vihara Maitreya di Deliserdang, Vihara Terbesar di Asia Tenggara

Sumatera Utara memiliki banyak Vihara, namun dari beberapa vihara di Sumut ternyata satu di antaranya merupakan vihara terbesar di Asia Tenggara.

Maha Vihara Maitreya di Deliserdang, Vihara Terbesar di Asia Tenggara
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Maha Vihara Maitreya ramai dikunjungi umat yang ingin beribadah dan berwisata. 

TRIBUN-MEDAN.com-Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak Vihara, namun dari beberapa vihara di Sumut ternyata satu di antaranya merupakan vihara terbesar di Asia Tenggara.

Namanya Maha Vihara Maitreya, yang terletak di Komplek Perumahan Cemara Asri No. 8, Jalan Cemara Boulevard Utara, Medan Estate, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Sejarah berdirinya Maha Vihara Maitreya adalah saat Arya Maha sesepuh Ong yang merupakan pimpinan tertinggi The World Maitreya Great Tao saat itu meminta agar di Sumatera Utara didirikan sebuah Maha Vihara dengan daya tampung bakti puja sebanyak 4.000-5.000 orang.

Berkat kewelasasihan Tuhan dan bantuan kemurahan hati Bapak Mujianto, maka terwujudlah cita-cita pembelian lahan tanah di Komplek Perumahan Cemara Asri.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 17 Januari 1999 yang dipimpin oleh Yang Arya Maha Sesepuh Ong dengan didampingi oleh Maha Sesepuh Gautama Hardjono.

Saat itu dimeriahkan tim paduan suara akbar 1360 orang yang amat menggugah hati. Pembangunan konstruksi awal Maha Vihara Maitreya berlangsung pada 5 Oktober 1999.

Taman di Maha Vihara Maitreya.
Taman di Maha Vihara Maitreya. (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Saat proses perampungan Maha Vihara berlangsung berbagai acara dan kegiatan telah diselenggarakan diantaranya: Kelas Penataran Dharma, kelas Keluarga Maitreyani, kelas Remaja dan Anak-anak, Peringatan Buddha-Bodhisatva, Waisak, Pemujaan Dewi bulan, Hari Ayah &I bu, Kegiatan Sosial, Buffet Vegetarian dan sebagainya.

Bangunan Maha Vihara arsitekturnya bercirikan atau khas oriental klasik digabung dengan desain modern, hingga menampilkan keharmonisan, kekudusan dan cita rasa estetika. Vihara ini berdiri di lahan seluas 4,5 hekter.

Maha Vihara Maitreya selain tempat ibadah umat Buddha, juga menjadi objek wisata religi. 

Nama Maha Maitreya dalam vihara diambil dari nama Buddha Maitreya yang ditinggikan karena ajarannya tentang cinta kasih semesta kepada umat Buddha. Pengambilan nama Maha Vihara Maitreya tak lepas dari sosok Buddha Maitreya.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved