Sebut Ratusan Petugas KPPS Tewas Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditahan, Ini Penjelasan Polda Jabar

"Penetapan tersangka sudah dua alat bukti‎, ada alat bukti petunjuk, keterangan saksi ahli dan pemeriksaan saksi," ujar Samudi.

Sebut Ratusan Petugas KPPS Tewas Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditahan, Ini Penjelasan Polda Jabar
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Sebut Ratusan Petugas KPPS Tewas Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditahan, Ini Penjelasan Polda Jabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bertemu Ustaz Rahmat Baequni (kanan) dan Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei di Pusdai Jabar, Senin (10/6/2019) 

Sebut Ratusan Petugas KPPS Tewas Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditahan, Ini Penjelasan Polda Jabar

TRIBUN-MEDAN.COM - Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi mengkonfirmasi bahwa Ustaz Rahmat Baequni ditahan sejak Kamis (20/6/2019) malam di Mapolda Jabar untuk diperiksa.

"Betul, sudah dibawa," ujar Samudi via ponselnya. Informasi yang dihimpun, Rahmat Baequni dibawa dari tempatnya terakhir pada pukul 23.00 WIB.

Samudi mengatakan, langkah polisi membawa Rahmat Baequni terkait penanganan kasus informasi hoaks petugas KPPS mati diracun.

Ucapan 'petugas KPPS mati diracun' pernah disampaikan Rahmat Baequni dalam ceramahnya.

"Iya terkait hal itu. Seperti disampaikan sebelumnya, kami sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dengan memeriksa sejumlah pihak," ujar dia.

Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap), penyidik memiliki waktu 24 jam untuk menetapkan status seseorang apakah tersangka atau tidak. Pagi ini, sudah lebih dari 5 jam Rahmat Baequni diperiksa penyidik Polda Jabar.

"Sudah tersangka," ujar dia.

Penetapan tersangka ini terkait dugaan penyebaran informasi bohong.

Masih sesuai KUHAP, penyidik juga ‎memiliki kewenangan menetapkan tersangka jika sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup. Kata Samudi, itu sudah dimiliki penyidik.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved