Pabrik Mancis Terbakar

Seorang Bocah Ikut Terpanggang Bersama Ibunya, Pulang Sekolah Minta Ikut ke Tempat Kerja

Sofyan coba mendatangi RS Bhayangkara Medan, untuk mencari tahu jenazah istrinya dari puluhan jenazah yang dibawa.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Sofyan saat menunjukkan foto istrinya Yuli yang tewas terbakar dalam kebakaran pabrik mancis di Binjai. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Mungkin itulah peribahasa yang bisa menggambarkan suasana hati Sofyan (37) saat mengetahui istrinya Yuli Fitriani (36) dan buah hatinya Siva Oktaviana (11), ditemukan tewas terpanggang dalam kebakaran di Pabrik Mancis, Jumat (21/6/2019).

Informasi yang dihimpun, dalam peristiwa nahas itu ada sekitar 30 orang dikabarkan tewas dalam kebakaran Pabrik Mancis di Desa Sambi Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019 sekitar pukul 12.00 WIB.

Pascaperistiwa itu, Sofyan coba mendatangi RS Bhayangkara Medan, untuk mencari tahu jenazah istrinya dari puluhan jenazah yang dibawa.

Raut wajah Sofyan tampak kaku penuh dengan kesedihan. Sesekali ia coba menunduk untuk menahan agar air matanya tidak jatuh.

"Sewaktu kejadian saya baru pulang dari rumah saudara yang ada di dekat lokasi. Saya balik mau istirahat sejenak," kata Sofyan di RS Bhayangkara Medan, Jumat (21/6/2019).

Baca: FOTO-FOTO Kebakaran Pabrik Mancis 30 Orang Tewas di Langkat

Baca: Kebakaran Tewaskan 30 Orang, Polisi Sebut Pabrik Ilegal, Ini Kronologinya

Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

"Terus saya di telepon kawan, di bilangnya apa orang rumahmu udah pulang, soalnya pabrik tempat dia bekerja kebakaran," tutur Sofyan menirukan perkataan temannya.

Mendengar kabar itu, Sofyan langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan kabar itu. Tapi, betapa terkejutnya Sofyan saat melihat kobaran api begitu tinggi di lokasi kebakaran.

Sofyan pun lalu memberanikan diri untuk melihat keadaan di dalam dari jendela luar pabrik. Dari luar ia melihat puluhan orang telah tewas dengan kondisi saling berhimpitan.

"Istri saya sudah tewas dengan teman-teman lainnya," ucap Sofyan yang kediamannya hanya berjarak 500 meter dari TKP.

Lebih lanjut, Sofyan menceritakan bahwa anaknya Siva yang duduk di bangku kelas 5 SD ikut terbakar bersama ibunya, lantaran setelah pulang sekolah ia ingin ikut bersama mamanya.

"Waktu pulang sekolah, Siva datang ke pabrik biar bisa sama mamanya. Sempat di ajak ibu temannya biar main di rumah aja, tapi dia nggak mau. Dia bilang mau sama mamanya aja," ungkap Sofyan.

Untuk mengetahui jenazah istrinya, Sofyan datang membawa kartu keluarga, foto dan lainnya untuk mencocokkan identitas jenazah istrinya yang diketahui sudah 3 tahun bekerja.

"Kalau boleh jujur, firasat nggak ada sebelum istri pergi. Tadi pagi dia pergi kerja masih biasa-biasa saja. Tapi tidak tahu, semuanya bakal berakhir seperti ini," jelas Sofyan.

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved