Langkah Baru Yusril Ihza Mahendra terkait Dugaan Kesaksian Palsu Saksi 02 di Sidang Sengketa Pilpres

Langkah Baru Yusril Ihza Mahendra terkait Dugaan Kesaksian Palsu Saksi 02 di Sidang Sengketa Pilpres

Kompas.com
Langkah Baru Yusril Ihza Mahendra terkait Dugaan Kesaksian Palsu Saksi 02 di Sidang Sengketa Pilpres 

TRIBUN-MEDAN.COM - Langkah Baru Yusril Ihza Mahendra terkait Dugaan Kesaksian Palsu Saksi 02 di Sidang Sengketa Pilpres.

//

Ketua Tim Hukum kubu 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menduga ada kesaksian palsu dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Baca: KISAH Jokowi tak Pernah Rayakan Ulang Tahun, Tak Ada Perayaan Apalagi Pesta Meriah, Ogah Tiup Lilin

Baca: Capim KPK Jadi Sorotan, Alasan Jaksa Agung Ogah Buru-buru Sodorkan Nama

Baca: RESMI, Info CPNS 2019- Tips BKN Membedakan Dokumen SK CPNS Asli dan Palsu, BKN Respons Hoaks CPNS

Kuasa hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 bersiap mengikuti sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU.
Kuasa hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 bersiap mengikuti sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA via Kompas.com)

Yusril mengaku bakal melaporkan kesaksian dari saksi kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menurutnya kebohongan, Jumat (21/6/2019).

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews, Yusril bahkan akan menanyakan hal tersebut kepada Jokowi dan Ma'ruf Amin.

“Kami nanti bisa tanyakan kepada Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf, ini sidang sudah selesai, ada kesaksian palsu," kata Yusril di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

"Kita dengar pendapat beliau-beliau bagaimana, kalau bilang ya sudah dimaafkan maka selesai urusannya,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Yusril menyoroti kesaksian Beti Kristina yang kontroversial.

Baca: KISAH Jokowi tak Pernah Rayakan Ulang Tahun, Tak Ada Perayaan Apalagi Pesta Meriah, Ogah Tiup Lilin

Baca: BEDA Nasib Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen dan Mayjen Purn TNI Soenarko, 4 Fakta Penangguhan Penahanan

Meski demikian, Yusril mengaku tidak akan melaporkan Beti, meski tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang memperkarakannya.

“Misal Pak Moeldoko bilang terserah kuasa hukum, kami kan kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, setelah sidang selesai baru kami konsultasikan ke beliau berdua," ujar Yusril.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved