MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis

MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis

MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis
antara/kompas
MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis 

Saat ditanya mengenai alasannya membawa bantal tersebut, seketika tangis Rusmanto pecah. Berulang kali ia menyeka air mata yang tak henti-hentinya menetes membasahi pipi tirusnya itu.

"Saya juga enggak tau, bantal ini terbawa gitu aja. Bantal ini juga mengingatkan saya sama anak saya itu, makanya saya enggak mau ngelepasin bantal ini," ucapnya sesenggukan sambil membelai lembut bantal tersebut.

Hingga Sabtu malam, janazah yang bisa dibawa pulang oleh Rusmanto adalah jenazah kedua anaknya.

Sebab, jenazah Yunita Sari belum juga teridentifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara.

Citra Histeris

RS Bhayangkara Medan masih dipadati keluarga dari pekerja pabrik mancis yang tewas terpanggang di Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara.

Mereka menunggu hasil identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian agar jenazah bisa langsung dimakamkan.

Pantauan www.tribun-medan.com, Citra Dewi Amelia tak kuasa menahan tangis.

Ia terus mempertanyakan hasil identifikasi.

Petugas dan keluarga yang lainnya pun mencoba menenangkannya.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved