MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis

MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis

MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis
antara/kompas
MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis 

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (22/6/2019) malam.

Baca: Akhirnya Terkuak Hubungan Terlarang 1 PNS GURU dari 3 Oknum dengan 3 Siswi SMP di Ruang Sekolah

Tim DVI mengangkat peti jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka.
Tim DVI mengangkat peti jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, hasil pemeriksaan lima orang saksi, saat kejadian para korban dalam keadaan panik.

Pintu depan dikunci oleh mandor yang ternyata juga menjadi korban.

Sebenarnya, lanjut Tatan, di pabrik tersebut terdapat alat pemadam namun saat kebakaran tidak sempat dipergunakan. Saat kejadian, pekerja sedang memasang kepala macis dan diduga bocor.

"Saat dilakukan penggesekan kepala macis, diduga ada yang bocor lalu dilepas sehingga menyambar ke macis lain," tuturnya.

Baca: Yusril Ihza Mahendra Akan Tanya Sikap Jokowi terkait Saksi 02 Beti Kristina, Dianggap Kontroversial

Yulia menangis sambil menunjukkan foto orangtuanya semasa hidup yang menjadi korban kebakaran saat menyerahkan data pribadi kepada tim DVI untuk memudahkan mengidentifikasi jenazah, di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka.
Yulia menangis sambil menunjukkan foto orangtuanya semasa hidup yang menjadi korban kebakaran saat menyerahkan data pribadi kepada tim DVI untuk memudahkan mengidentifikasi jenazah, di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Setelah dikembangkan, polisi menetapkan pemilik pabrik yang bernama Indramarwan, warga Jakarta Barat. Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan dua tersanka yaitu Burhan sebagai manajer dan Lisna sebagai supervisor.

Total, ada 3 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran yang menyebabkan 30 orang meninggal dunia.

Menurut Tatan, pabrik ini memiliki perusahaan induk yang berada di Sunggal yang berizin dan memiliki tiga cabang industri rumah. 

Pabrik yang terbakar ini adalah salah satu cabang.

Tim DVI mengangkat peti jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka.
Tim DVI mengangkat peti jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Saat ini, seluruh operasional pabrik termasuk perusahaan induk dihentikan sementara.

"Untuk sementara tersangka dikenakan Pasal 359 KUHP (kelalaian hingga meninggal dunia) dengan ancaman 5 tahun penjara," pungkas Tatan.

Baca: Akhirnya Terkuak Hubungan Terlarang 1 PNS GURU dari 3 Oknum dengan 3 Siswi SMP di Ruang Sekolah

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (21/6/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pabrik macis terbakar dan sebanyak 30 orang tewas mengenaskan dalam peristiwa ini termasuk enam anak yang ikut ibunya bekerja.

7 Korban Teridentifiksi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara memasukkan satu persatu jenazah korban kebakaran pabrik mancis di Langkat, yang telah teridentifikasi, pada Sabtu (22/6/2019) sore. 

Proses memasukkan jenazah ke dalam peti sudah dimulai sejak sore hari. Sampai saat ini, sudah tujuh korban yang dimaksud ke dalam peti jenazah.

Keluarga korban kebakaran menyerahkan data pribadi kepada tim DVI untuk memudahkan mengidentifikasi jenazah, di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka.
Keluarga korban kebakaran menyerahkan data pribadi kepada tim DVI untuk memudahkan mengidentifikasi jenazah, di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (22/6/2019). Tujuh dari 30 korban kebakaran di Pabrik Mancis telah berhasil di identifikasi dan langsung dipulangkan ke rumah duka. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Tujuh korban yang berhasil diidentifikasi adalah :

1. Syifa Oktaviana berusia 9 tahun, berjenis kelamin perempuan. Korban merupakan anak dari korban lain Yuli Fitriani, yang bertempat tinggal di Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun I Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat.

2. Rina berusia 15 tahun, berjenis kelamin perempuan, warga Desa Tumiang Siak, Provinsi Riau.

3. Vinkza Parisyah berusia 10 tahun, berjenis kelamin perempuan.  Vinkza merupakan anak dari Yunita Sari, yang juga turut menjadi korban dalam peristiwa nahas itu, warga Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat.

4. Sahmayanti berusia 22 tahun, berjenis kelamin perempuan. Yanti merupakan warga Dusun I Desa Perdamaian, Kabupaten Langkat.

5. Runisa Syaqila berusia 2 tahun, berjenis kelamin perempuan. Nisa merupakan merupakan anak dari Yunita Sari, yang juga turut menjadi korban dalam peristiwa nahas itu, warga Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat.

6. Bisma Syahputra berusia 3 tahun, berjenis kelamin laki-laki. Bisma merupakan anak dari korban lainnya Desi Setiani, warga Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat.

7. Zuan Ramadhan berusia 6 tahun. berjenis kelamin laki-laki. KZuan merupakan anak dari korban lainnya Desi Setiani, warga Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat.

Sampai saat ini Tim DVI Polda Sumatera Utara terus berusaha mengidentifikasi para korban, guna mengetahui identitas para jenazah.

Baca: BERITA KESEHATAN - Waspada 11 Gejala Penyakit Jantung: Sakit Dada, Pusing, Mudah Lelah, Mendengkur

Baca: 3 Syarat Neymar ke Barcelona Lagi, Persoalan Bonus hingga Pemotongan Gaji yang Harus Diselesaikan

MENGHARUKAN, Ayah Menangis Peluk Bantal Putrinya, Istri dan 2 Anak Rusmanto Tewas di Pabrik Mancis

(cr23/mak/tribun-medan.com/kompas)  

Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved