Pabrik Mancis Terbakar

Bos PT Kiat Unggul Sebut Produk Mancisnya Kerajinan Tangan

"Orderan per hari cuma 80 ribu mancis. Ini saya jalani baru lima tahun," katanya.

Bos PT Kiat Unggul Sebut Produk Mancisnya Kerajinan Tangan
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Pabrik induk korek api gas rumahan, PT Kiat Unggul dianggap lalai menyebabkan matinya orang. Dirut PT Kiat Unggul, Indramawan, Manajer Burhan dan Supervisi personalia Lismawarni ditetapkan tersangka pascatragedi kebakaran pabrik yang menewaskan 30 jiwa di Jalan T Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul mengatakan dengan entengnya menganggap, operasi perakitan mancis berbahan kimia seperti usaha kerajinan tangan. Tidak perlu repot-repot menyiapkan standar khusus keamanan pekerja.

Alasan atau motif ini lah yang dijalankan PT Kiat Unggul mengoperasikan pabrik mancis modus rumahan. Bahkan, Indramawan mengaku jarang datang ke lokasi pabrik di Langkat, lebih banyak domisili Jakarta.

"Pengerjaan mancis ini di rumah-rumah kan kerajinan tangan saja. Saya gak tahu (pabrik rumahan), saya jarang di lokasi. Itu yang tahu manajer lah. Saya melanjutkan sistem yang lama," katanya ketika disinggung dugaan motif hindari pajak, jaminan sosial ketenagakerjaan karyawan, sistem operasi dan perizinan.

Dengan modus pabrik rumahan PT Kiat Unggul diduga meraup untung besar, karena hanya memberi upah murah ke tenaga harian lepas, terhindar pajak, tidak memberi jaminan ketenagakerjaan, atau pun asuransi kecelakaan kerja.

Indramawan juga mengakui tidak pernah mengurus izin ke pihak Pemkab Langkat atau dinas terkait selama memproduksi mancis berbahan kimia dan berbahaya ditaksir sejak 2011. Bahkan izin ke pihak Camat atau Lurah tidak dimiliki sebagai usaha rumahan.

Katanya, selama ini PT Kiat Unggul berpusat di Jakarta dan memiliki izin resmi industri, Ketenagakerjaan perdagangan. Indramawan hanya melepas tanggung produksi ke manajer pabrik, Burhan.

Dirut PT Kiat Unggul, Indramawan mengakui kesalahan dan menyesal atas kejadian tragis yang dialami 30 korban jiwa dan keluarga yang ditinggalkan. Selama ini diakuinya jarang ke lokasi dan melepaskan tanggungjawab kepada manajer pabrik modus rumahan, Burhan.

"Saya jarang di lokasi, Saya di Jakarta. Ini kebijakan direktur yang lalu, saya melanjutkan sejak 2014. Izin (usaha rumahan) belum pernah melapor," kata pria paruh baya yang ditetapkan tersangka bersama manajer dan supervisinya.

Diakuinya selama ini kurang jelas mengetahui sistem pabrik modus rumahan untuk menekan biaya produksi dan hindari pajak dengan modus rumahan. Katanya, dia menyesal dan akan beri santunan kepada 30 korban.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved